PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 97,5 hektare.
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Andan Santana, mengatakan Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 20 kejadian.
“Dari total 45 kejadian karhutla, sebanyak 20 kejadian terjadi di Kecamatan Arut Selatan. Selanjutnya Kecamatan Kumai 19 kejadian, Kotawaringin Lama lima kejadian, dan Pangkalan Banteng satu kejadian. Sementara Kecamatan Arut Utara dan Pangkalan Lada tidak tercatat mengalami kejadian karhutla,” ujarnya kepada Tabengan, Minggu (7/6/2026).
Selain kejadian karhutla, BPBD juga mencatat 39 titik api yang tersebar di lima kecamatan selama periode Januari hingga Mei 2026. Kecamatan Arut Selatan kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik api tertinggi, yakni 16 titik.
Rinciannya, Kecamatan Kotawaringin Lama terdapat 10 titik api, Arut Utara lima titik, Kumai lima titik, dan Pangkalan Banteng tiga titik.
Andan menjelaskan, dari total 97,5 hektare lahan yang terbakar, seluas 56,3 hektare berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Adapun luasan lahan yang terbakar meliputi Kecamatan Arut Selatan 14,36 hektare, Kotawaringin Lama 24,5 hektare, Kumai 54,65 hektare, dan Pangkalan Banteng empat hektare.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan karhutla terjadi di Kecamatan Arut Selatan karena sebagian besar lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang sulit dijangkau.
“Untuk wilayah Kumai tidak ada kendala berarti. Namun di Arut Selatan, sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan gambut dengan akses yang sulit. Tim harus berjalan kaki sambil membawa peralatan pemadaman untuk mencapai titik api,” jelasnya.
Tidak hanya itu, petugas juga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mencari sumber air guna mendukung proses pemadaman. Meski menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan, Andan mengapresiasi semangat personel yang terus berupaya memadamkan api agar tidak meluas.
“Semangat tim sangat luar biasa. Kami saling bahu-membahu dan bekerja keras agar api segera padam sehingga karhutla tidak meluas ke area yang lebih besar,” pungkasnya. uli/redfwa











