-
Hukrim

Resahkan Warga, Perempuan ODGJ Dievakuasi ke RSJ Kalawa Atei

132
×

Resahkan Warga, Perempuan ODGJ Dievakuasi ke RSJ Kalawa Atei

Sebarkan artikel ini
RESPONS-Personel Polsek Pahandut dan TNI mengevakuasi L (38) ke RSJ Kalawa Atei. FOTO POLSEK PAHANDUT
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang perempuan berinisial L (38) yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei setelah dilaporkan meresahkan warga di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Rabu (10/6/2026).

Evakuasi dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Pahandut, Babinsa Kelurahan Bukit Tunggal, aparat kelurahan, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kayon. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsubsektor Jekan Raya IPTU Narmanto.

Petugas mendatangi sebuah rumah di Jalan Sei Nyamuk RT 16/RW 14 setelah menerima laporan dari pihak kelurahan terkait seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan kerap bertindak agresif.

Berdasarkan laporan yang diterima, perempuan tersebut beberapa kali mengamuk di dalam rumah dan melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan suaminya. Kondisi tersebut juga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan pengamanan dan evakuasi dengan pendekatan humanis serta memperhatikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, perempuan tersebut dibawa ke RSJ Kalawa Atei untuk mendapatkan penanganan medis dan perawatan lebih lanjut.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, penanganan tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian bersama instansi terkait dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus memastikan pasien memperoleh penanganan yang sesuai.

“Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur terkait merupakan bentuk respons cepat dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus memastikan penanganan ODGJ dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur,” kata Iyudi.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah setempat, TNI, dan tenaga kesehatan diperlukan dalam penanganan kasus serupa agar keamanan lingkungan tetap terjaga dan pasien memperoleh perawatan yang layak. mak/fwa-red

 

-
-
-