-
Spirit Kalteng

Teras Dorong Penguatan Demokrasi Substantif dan Tegakkan Etika Berbangsa

348
×

Teras Dorong Penguatan Demokrasi Substantif dan Tegakkan Etika Berbangsa

Sebarkan artikel ini
RESES-Dr Agustin Teras Narang melakukan Reses di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, Jumat (19/6/2026). FOTO HUMAS DPD RI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indoensia Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (DPD RI Dapil Kalteng) Dr Agustin Teras Narang melakukan Reses di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut dalam rangka menyerap informasi masyarakat.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara, penting bagi Teras mendorong penguatan demokrasi substantif dan menegakkan etika berbangsa. Hal ini penting, agar demokrasi dan keteladanan para tokoh bangsa, dapat membawa kita semua menuju cita-cita negara untuk hidup adil, makmur, dan sejahtera.

‎‎”Ini poin penting yang saya sampaikan dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat yang digelar di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya,” ungkap Teras.

‎‎Teras turut menjelaskan perkembangan demokrasi Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga era reformasi 1998. Dalam hemat Teras, demokrasi harus mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya pemerintahan. Termasuk ketika kebijakan pemerintah dipandang publik tidak menguntungkan masyarakat, rakyat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi melalui wakil-wakilnya, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat melalui anggota DPR RI dan DPD RI.

‎Ini penting karena demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga memastikan suara rakyat tetap didengar dalam proses pengambilan kebijakan.

‎‎”Saya juga menyoroti dinamika pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang masih diwarnai praktik politik berbiaya tinggi. Kondisi yang berpotensi mendorong kandidat untuk mengutamakan pengembalian modal politik setelah terpilih, dibandingkan fokus pada pelayanan publik. Dalam kondisi ini kebijakan yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berisiko bergeser menjadi sarana memenuhi kepentingan tertentu,” ujar Teras.

‎‎Untuk itu, lanjut Teras, penting bagi kita sekalian menjaga integritas dan etika kepemimpinan sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Pemimpin yang berintegritas bagaimana pun akan mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan terhindar dari praktik koruptif.

‎‎Menurut Teras, demokrasi yang sehat lebih jauh membutuhkan pemimpin yang beretika, memiliki integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

‎‎”Saya mengajak generasi muda, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat, untuk memahami peran mereka sebagai bagian dari pemilik kedaulatan dalam sistem demokrasi. Sebab kesadaran politik yang baik akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu membawa bangsa menuju kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya. dy/red

‎

 

-
-
-