-
Hukrim

Hasil Investigas Awal Diduga Berawal Diduga Asal Api dari Charger Ponsel, Kebakaran Hanguskan 4 Pintu Rumah Dinas TNI di Jalan Manunggal

413
×

Hasil Investigas Awal Diduga Berawal Diduga Asal Api dari Charger Ponsel, Kebakaran Hanguskan 4 Pintu Rumah Dinas TNI di Jalan Manunggal

Sebarkan artikel ini
PERIKSA-Petugas Disdamkarmat Kota Palangka Raya melakukan investigasi awal dan pendataan pascakebakaran di rumah dinas TNI AD Jalan Manunggal I, Kota Palangka Raya, Minggu (21/6/2026). Hms Disdamkarmat Palangka Raya
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hebat melanda kompleks rumah dinas TNI AD di Jalan Manunggal I, Kelurahan Langkai pada Sabtu (20/6/2026) pukul 15.10 WIB. Kobaran api yang muncul itu dengan cepat melahap satu blok rumas dinas berkontruksi semi permanen dengan 4 pintu ludes terbakar.

Sebanyak empat kepala keluarga (KK) atau tujuh jiwa terdampak akibat musibah tersebut. Selain bangunan yang terbakar, enam unit rumah dinas lainnya juga mengalami dampak dari kebakaran yang terjadi di kawasan asrama tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit melalui Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alvrianto, menyampaikan hasil investigasi sementara menunjukkan kebakaran diduga berasal dari charger telepon genggam yang masih terhubung dengan aliran listrik di salah satu kamar rumah dinas tersebut.

“Hasil investigasi awal pemeriksaan dan keterangan saksi di lokasi, sumber api diduga berasal dari charger handphone yang masih terpasang pada stop kontak. Sebelum kebakaran membesar, saksi mendengar suara letupan yang kemudian diikuti munculnya asap dan percikan api,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (22/6/2026).

Menurutnya, saat kejadian sebagian besar penghuni rumah sedang berada di luar rumah. Hanya seorang remaja perempuan berusia sekitar 15 tahun yang berada di dalam rumah dan pertama kali mengetahui adanya kebakaran.

Remaja tersebut baru keluar dari kamar mandi ketika melihat asap mengepul dari salah satu kamar. Tak lama kemudian terdengar suara letupan dari arah stop kontak listrik. Setelah mengetahui sumber asap berasal dari dalam kamar, ia segera berlari menuju Pos Mako Pemadam Kebakaran yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian untuk meminta bantuan.

Petugas pemadam yang menerima laporan langsung melakukan upaya pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun api dengan cepat membesar setelah terjadi letupan susulan dari perangkat elektronik yang masih tersambung dengan jaringan listrik.

“Api berkembang sangat cepat karena aliran listrik masih aktif dan material bangunan didominasi bahan yang mudah terbakar. Dalam waktu singkat kobaran api menyebar ke seluruh ruangan,” jelas Alvrianto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lainnya, bangunan yang terbakar memiliki konstruksi semi permanen dengan rangka atap berbahan kayu, plafon plywood, dinding papan semi beton, serta atap seng dan genteng metal. Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar dari satu bagian bangunan ke bagian lainnya.

Selain faktor material bangunan, usia rumah dinas yang diperkirakan telah mencapai lebih dari 50 tahun juga diduga turut memperparah kebakaran. Diketahui, bangunan tersebut belum pernah mengalami peremajaan besar, termasuk pada instalasi kelistrikan.

Akibat kebakaran itu, berbagai harta benda milik penghuni tidak dapat diselamatkan. Barang-barang yang hangus terbakar meliputi perabot rumah tangga, perangkat elektronik, surat-surat berharga, uang tunai sekitar Rp90 juta, hingga perhiasan emas seberat kurang lebih 160 gram.

Dari data Disdamkarmat Kota Palangka Raya mencatat luas area yang terbakar mencapai sekitar 420 meter persegi. Sementara total kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1 miliar.

Alvrianto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik dan perangkat elektronik di rumah. Ia menekankan pentingnya mencabut charger maupun peralatan elektronik yang tidak digunakan untuk menghindari potensi korsleting listrik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, menggunakan kabel dan perangkat yang memenuhi standar SNI, serta tidak membiarkan charger tetap terpasang dalam waktu lama ketika tidak digunakan,” imbaunya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran rumah kosong tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sebagian besar bangunan mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah. dte/fwa-red

 

 

-
-
-