-
PEMPROV KALTENG

Agustiar Sabran: Jangan Ada Lagi Sekolah yang Tertinggal, Digitalisasi Pendidikan Tembus Pelosok

313
×

Agustiar Sabran: Jangan Ada Lagi Sekolah yang Tertinggal, Digitalisasi Pendidikan Tembus Pelosok

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran didampingi Kadisdik Kalteng M Reza Prabowo dalam sebuah kegiatan pendidikan. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat transformasi pendidikan melalui program digitalisasi yang menyasar seluruh jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH), termasuk sekolah di wilayah terpencil.

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran mengatakan, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan menggenggam semangat Isen Mulang, untuk maju terus pantang mundur, pendidikan di Kalimantan Tengah telah memasuki era baru melalui digitalisasi pendidikan,” kata Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, seluruh SMA, SMK, dan SKH di Kalteng kini telah menerima papan tulis interaktif. Khusus sekolah di daerah terpencil juga dilengkapi perangkat internet berbasis Starlink dan panel surya sebagai penunjang pembelajaran digital.

“Saat ini SMA, SMK, dan SKH di wilayah Kalimantan Tengah secara merata telah menerima papan tulis interaktif yang dilengkapi dengan Starlink dan panel surya bagi sekolah di daerah terpencil. Kebijakan ini merupakan langkah untuk pemerataan pendidikan hingga ke daerah pelosok tanpa terkecuali,” ujarnya.

Agustiar menegaskan, penyediaan sarana tersebut bukan sekadar modernisasi fasilitas pendidikan, tetapi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang inklusif, tangguh, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.

“Langkah ini merupakan langkah penting untuk kemajuan pendidikan, membangun sistem pendidikan yang inklusif, tangguh, dan relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia berharap transformasi pendidikan yang dilakukan pemerintah daerah dapat melahirkan generasi Kalteng yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“Untuk Generasi Kalteng Berkah, Kalteng Maju, menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Program digitalisasi pendidikan tersebut juga diperkuat dengan penambahan ribuan papan tulis interaktif beserta perangkat pendukung berupa panel surya dan layanan internet satelit untuk sekolah-sekolah di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses jaringan. ldw/ded-red

 

-
-
-