-
OPINI

DIGITALISASI PENDIDIKAN-Membuka Jendela Dunia dari Ruang Kelas Kalteng

274
×

DIGITALISASI PENDIDIKAN-Membuka Jendela Dunia dari Ruang Kelas Kalteng

Sebarkan artikel ini
-

Dr. Tomy Haridjaya, S.Sos., MM.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalteng

Ditengah bentang alam Kalimantan Tengah (Kalteng) yang luas dengan ribuan satuan pendidikan yang tersebar dari perkotaan hingga pelosok pedalaman, pemerintah terus berupaya memastikan bahwa setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Salah satu langkah strategis yang saat ini sedang dilaksanakan adalah Program Digitalisasi Pembelajaran, sebuah program nasional yang bertujuan mempercepat transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Digitalisasi pembelajaran hadir sebagai jawaban atas tantangan geografis, keterbatasan akses sumber belajar, serta kebutuhan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era teknologi dan kecerdasan buatan.

Namun perlu dipahami oleh masyarakat bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar pengadaan perangkat teknologi ke sekolah. Digitalisasi adalah transformasi cara belajar, cara mengajar, dan cara membangun budaya berpikir peserta didik.

Mengapa Digitalisasi Pendidikan Penting?

Dunia saat ini berubah sangat cepat. Informasi berkembang dalam hitungan detik, teknologi semakin canggih, dan berbagai jenis pekerjaan baru terus bermunculan.

Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah akan hidup pada masa yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan peserta didik untuk mengingat informasi. Sekolah harus membantu peserta didik memahami, menganalisis, memecahkan masalah, dan menciptakan solusi.

Di sinilah teknologi menjadi alat yang dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.

 Bantuan Papan Interaktif Digital (PID) untuk Sekolah

Sebagai bagian dari Program Digitalisasi Pembelajaran, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen memberikan bantuan Papan Interaktif Digital (PID) kepada satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk ribuan sekolah di Kalimantan Tengah.

Bantuan ini sering kali dipahami hanya sebagai penggantian papan tulis konvensional dengan layar digital yang lebih modern. Padahal sesungguhnya tujuan PID jauh lebih besar daripada itu. PID merupakan sarana untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup di dalam kelas.

Melalui PID, guru dapat menampilkan video pembelajaran, simulasi sains, peta interaktif, eksperimen virtual, animasi matematika, hingga berbagai sumber belajar digital yang membuat konsep-konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga dapat melihat, mengamati, berinteraksi, berdiskusi, dan mengeksplorasi materi pembelajaran secara langsung.

Dengan kata lain, PID membantu mengubah pembelajaran dari yang semula berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik.

PID Bukan Sekadar Layar Besar

Masyarakat perlu memahami bahwa esensi PID bukanlah pada ukuran layarnya atau kecanggihan teknologinya.

Esensi PID adalah membantu peserta didik belajar berpikir.

Dalam pembelajaran matematika, misalnya, guru dapat menampilkan visualisasi grafik dan pola sehingga siswa lebih mudah memahami konsep. Dalam pembelajaran IPA, siswa dapat mengamati simulasi gerak planet, sistem organ tubuh manusia, atau proses perubahan energi. Dalam pembelajaran IPS, peserta didik dapat menjelajahi peta digital dan melihat kondisi wilayah secara lebih nyata.

Pembelajaran menjadi lebih kontekstual, lebih menarik, dan lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Jika digunakan secara optimal, PID tidak hanya meningkatkan perhatian peserta didik di kelas, tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, sains, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

 Digitalisasi untuk Mengurangi Kesenjangan Pendidikan

Bagi Kalteng, program digitalisasi memiliki makna yang sangat penting.

Kondisi geografis yang luas sering kali menyebabkan perbedaan akses terhadap sumber belajar. Sekolah di wilayah perkotaan umumnya lebih mudah memperoleh informasi dan sumber belajar dibandingkan sekolah yang berada di daerah terpencil.

Melalui digitalisasi pembelajaran dan bantuan PID, pemerintah berupaya mempersempit kesenjangan tersebut.

Guru-guru di wilayah yang jauh di Kalteng dapat memanfaatkan sumber belajar digital yang sama dengan sekolah-sekolah di perkotaan.

Dengan demikian, kualitas pembelajaran tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh lokasi geografis sekolah.

 

Mendukung Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Program digitalisasi pembelajaran juga sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen yang mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam yang berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu mindful, meaningful, dan joyful.

Teknologi melalui PID dapat membantu peserta didik belajar dengan lebih sadar, lebih bermakna, dan lebih menyenangkan.

Anak-anak tidak hanya menghafal informasi, tetapi diajak memahami konsep, menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta membangun kemampuan berpikir yang lebih mendalam.

Inilah yang sesungguhnya menjadi tujuan utama digitalisasi pendidikan.

 Membangun Masa Depan Kalteng

Bantuan PID dan Program Digitalisasi Pembelajaran bukanlah sekadar proyek pengadaan teknologi.

Ini adalah investasi besar untuk membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak di seluruh pelosok Kalteng memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pembelajaran berkualitas, mengembangkan potensi terbaiknya, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah.

Karena sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya ruang kelas digital.

Yang sedang dibangun adalah generasi Kalteng yang mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, berkarakter, dan siap bagi masa depan daerah, dan bangsa.humasbpmpkalteng/tabengan.co.id

 

-
-
-