8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik
- Dr Suyuti Syamsul sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan.
- Sutoyo sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
- Adiah Chandra Sari sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip.
- Eddy Karusman sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), sebelumnya Kepala Dinas Sosial.
- Syahfiri sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), sebelumnya Kepala BKAD.
- Anang Dirjo sebelumnya menjabat Kepala Bapenda kini dipercaya menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
- Akhmad Husain sebelumnya menjabat Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial.
- Bintarno sebelumnya menjabat Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Setda dipercaya sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Tengah.
5 Pelaksana Tugas
- Rangga Lesmana sebagai Plt Kepala DPMPTSP
- Adi Suseno sebagai Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
- Perawaty sebagai Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip
- dr Miko Uria Mapas sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan
- Etty Aprilya sebagai Plt Kepala Biro Administrasi dan Pemerintahan Setda Provinsi Kalimantan Tengah.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng dengan melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama hasil uji kesesuaian jabatan (job fit) sekaligus menyerahkan surat penunjukan kepada lima Pelaksana Tugas (Plt), di Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur, Kamis (25/6/2026) malam.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan birokrasi agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif, profesional, adaptif, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar rotasi atau proses administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan yang Saudara emban merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan kinerja organisasi, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berintegritas,” tegas Agustiar.
Ia menjelaskan, proses job fit yang telah dilaksanakan bertujuan menempatkan pejabat sesuai kompetensi, pengalaman, serta kebutuhan organisasi. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan menunjukkan kinerja yang nyata.
“Melalui proses job fit ini, pemerintah daerah berupaya menempatkan pejabat sesuai kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan organisasi. Saya berharap Saudara segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja yang terukur serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan, tantangan pembangunan daerah ke depan tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat agar program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Tantangan pembangunan ke depan tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kerja sama yang kuat antarperangkat daerah, antarpejabat, serta seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Ia menilai ego sektoral harus ditinggalkan sehingga seluruh perangkat daerah mampu bekerja secara terpadu dalam mendukung visi dan misi pembangunan Kalteng.
Selain itu, Agustiar turut menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah. Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan publik, melainkan menjadi momentum untuk mendorong inovasi dan meningkatkan produktivitas.
“Efisiensi anggaran harus menjadi momentum untuk memperkuat inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pejabat memperkuat budaya kerja yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil.
“Fokuslah pada hasil, bukan sekadar proses. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin berbagai tantangan yang ada dapat kita hadapi dan kita ubah menjadi peluang untuk mempercepat kemajuan daerah,” tandasnya.
Dengan pelantikan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap kinerja organisasi perangkat daerah semakin optimal dalam mendukung percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pencapaian visi dan misi pembangunan daerah. ldw/ded-red











