-
Spirit Kalteng

Cuaca Kalteng Didominasi Panas Terik-32 Titik Hotspot Terpantau, Masih Pontensi Hujan Lokal

249
×

Cuaca Kalteng Didominasi Panas Terik-32 Titik Hotspot Terpantau, Masih Pontensi Hujan Lokal

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Meski kondisi cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir ini, Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya meminta masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata menyampaikan bahwa masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah di Kalteng.

“Secara umum kondisi cuaca di Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya cerah hingga cerah berawan. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, suhu udara di Kalteng berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 100 persen. Sementara itu, angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 5–25 km/jam.

Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga mendeteksi adanya sejumlah titik panas (hotspot) yang tersebar di beberapa kabupaten di Kalteng. Data pemantauan menunjukkan terdapat dua titik panas di Kabupaten Barito Utara, enam titik di Kabupaten Gunung Mas, delapan titik di Kabupaten Kapuas, satu titik di Kabupaten Katingan, tiga titik di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur, serta delapan titik di Kabupaten Lamandau.

Renianata menjelaskan, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Sukamara, wilayah tengah dan selatan Kabupaten Seruyan, bagian utara Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, bagian utara Kabupaten Barito Selatan, bagian selatan Kabupaten Pulang Pisau, serta bagian utara Kabupaten Kapuas.

Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya daerah belokan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang terpantau berada di wilayah Kalteng.

“Fenomena ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah. Meski demikian, kelembapan udara yang relatif lebih kering di beberapa wilayah serta kondisi labilitas atmosfer lokal yang cenderung stabil menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di daerah lainnya menjadi berkurang,” jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Hujan lokal berdurasi singkat masih berpotensi terjadi dan dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung. dte/fwa-red

 

-
-
-