-
Spirit Kalteng

KALTENG KRISIS LISTRIK-Pemko: Cuaca Panas, Usaha Terganggu, Minta PLN Prioritaskan Layanan Publik

352
×

KALTENG KRISIS LISTRIK-Pemko: Cuaca Panas, Usaha Terganggu, Minta PLN Prioritaskan Layanan Publik

Sebarkan artikel ini
FOTO: Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Aktivitas masyarakat Kota Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir ikut terdampak akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut terjadi setelah adanya gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan yang disebabkan oleh penurunan pasokan daya.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menjelaskan, gangguan tersebut bukan hanya berdampak di Kota Palangka Raya, tetapi juga terjadi di beberapa wilayah lain yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan.

“Ini ada gangguan dari PLTGU di interkoneksi Kalimantan. Kejadian ini tidak hanya di Palangka Raya, tapi juga beberapa wilayah lain,” ujar Achmad Zaini saat dikonfirmasi Tabengan melalui sambungan telepon, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, saat ini perbaikan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Ia juga menyebutkan, informasi dari PLN menyatakan perbaikan terus dikebut agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal dalam waktu secepatnya.

Sementara proses perbaikan berlangsung, PLN menerapkan pengaturan beban atau pemadaman bergilir guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

“Artinya dilakukan pengaturan beban. Yang menjadi prioritas akan didahulukan, seperti kebutuhan listrik di rumah tangga maupun sektor penting lainnya,” jelasnya.

Ia mengakui kondisi tersebut memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas produksi dan pelayanan.

“Dalam kondisi cuaca Palangka Raya yang cukup panas, tentu masyarakat merasakan ketidaknyamanan. Begitu juga pelaku usaha dan kegiatan produksi yang membutuhkan listrik menjadi terganggu,” katanya.

Namun, ia menegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya tidak dapat melakukan intervensi teknis terhadap sistem kelistrikan karena kewenangan tersebut berada pada pihak penyedia listrik. Meski demikian, Pemko terus melakukan koordinasi dan meminta pembaruan informasi dari PLN.

“Kita terus berkoordinasi, meminta update agar listrik bisa sesegera mungkin kembali normal, tapi kalau kapan bisa normal, itu menjadi kewenangan PLN,” ungkapnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap pelayanan publik, terutama fasilitas kesehatan, Achmad Zaini memastikan Pemko Palangka Raya telah berkoordinasi dengan PLN agar layanan strategis tetap mendapat perhatian.

Ia menyebutkan, pelanggan prioritas seperti rumah sakit, puskesmas, serta kantor pelayanan publik strategis menjadi bagian yang harus dijaga agar tidak terganggu.

“Kita sudah meminta kepada PLN supaya pelayanan publik strategis menjadi prioritas, terutama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain koordinasi dengan PLN, Pemko juga meminta fasilitas kesehatan menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi pemadaman.

“Pak Wali Kota juga sudah mengarahkan agar puskesmas-puskesmas dan fasilitas pelayanan publik memiliki backup, misalnya genset, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tambahnya.

Menghadapi kondisi gangguan kelistrikan ini, Pemko Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk dapat menyesuaikan aktivitas serta memanfaatkan listrik secara bijak.

Achmad Zaini berharap masyarakat memahami situasi yang terjadi karena gangguan tersebut bersifat teknis dan berdampak luas.

“Kita memahami masyarakat merasa terganggu, terutama yang memiliki usaha. Namun PLN juga terus berupaya agar kondisi segera normal,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu ketika listrik menyala dengan sebaik-baiknya, termasuk menyiapkan cadangan daya jika memungkinkan. Anita Widyaningsih

-
-
-