-
Spirit Kalteng

Hadir Membersamai Anak-Anak Talasemia, UNDA Tebarkan Kepedulian dalam Peringatan Hari Talasemia Sedunia

242
×

Hadir Membersamai Anak-Anak Talasemia, UNDA Tebarkan Kepedulian dalam Peringatan Hari Talasemia Sedunia

Sebarkan artikel ini
-

KEMANUSIAAN-Hadir Membersamai Anak-Anak Talasemia, UNDA Tebarkan Kepedulian dalam Peringatan Hari Talasemia Sedunia. FOTO ISTIMEWA

SAMPIT-TABENGAN.CO.ID-Tawa dan senyum anak-anak penyandang talasemia memenuhi ruangan saat Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Peringatan Hari Talasemia Sedunia, Jumat (26/6/2026). Di balik keceriaan itu, tersimpan perjuangan luar biasa yang setiap hari mereka jalani untuk mempertahankan hidup.

Talasemia merupakan kelainan darah bawaan yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal. Akibatnya, para penyandang talasemia mayor harus menjalani transfusi darah secara rutin setiap dua hingga empat minggu sekali sepanjang hidupnya. Karena itu, dukungan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memberikan semangat dan harapan bagi mereka.

Dalam momentum penuh makna tersebut, keluarga besar Universitas Darwan Ali (UNDA) turut hadir membersamai para penyandang talasemia dan keluarga mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kehadiran civitas akademika UNDA menjadi wujud komitmen kampus terbaik di Sampit dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui aksi sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Ketua POPTI Kabupaten Kotawaringin Timur, Renny Septio Dewi, menjelaskan bahwa sejak organisasi tersebut berdiri pada tahun 2021, berbagai perkembangan positif telah dirasakan oleh para penyandang talasemia di Kotawaringin Timur.

“Alhamdulillah, pelayanan kesehatan bagi anak-anak talasemia semakin baik. Tahun ini kuota darah leukoreduksi juga bertambah dari sekitar 400 kantong menjadi 450 kantong per tahun. Selain itu, pasien kini mendapatkan prioritas pelayanan BPJS Kesehatan, terutama dalam proses rujukan yang menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Renny juga mengungkapkan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin dalam peringatan Hari Talasemia Sedunia tahun ini.

*”Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Darwan Ali yang telah hadir bersama kami. Semoga UNDA terus merangkul anak-anak talasemia dan mendukung perjuangan POPTI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kepedulian dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi kami untuk terus berjuang bersama anak-anak hebat ini,”* ujarnya.

Mewakili Rektor Universitas Darwan Ali yang sedang menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama para rektor se-Indonesia di Jakarta, Dekan Fakultas Bisnis Universitas Darwan Ali, Yuli Andriyati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus tumbuh di lingkungan perguruan tinggi.

*”Kami merasa sangat bersyukur dapat hadir dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak hebat penyandang talasemia beserta orang tua mereka yang luar biasa kuat. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya deteksi dini sehingga penderita talasemia dapat memperoleh penanganan dan pengobatan sedini mungkin,”* tuturnya.

Tidak hanya memberikan pengalaman bagi para peserta, kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa Universitas Darwan Ali yang ikut terlibat.

Syamsul mengaku baru memahami perjuangan para penyandang talasemia setelah berinteraksi langsung dengan mereka.

*”Saya baru mengetahui bahwa penyandang talasemia harus menjalani transfusi darah setiap dua minggu sekali. Melihat mereka tetap ceria dan penuh semangat membuat saya sangat terharu. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan sosial ini,”* katanya.

Hal serupa dirasakan Resi yang mengaku memperoleh pengalaman yang tidak terlupakan.

*”Terharu sekali. Kegiatannya sangat bermakna dan saya berharap bisa kembali terlibat dalam kegiatan sosial seperti ini karena memberikan pengalaman yang luar biasa,”* ujarnya.

Sementara itu, Tiara mengaku sulit menahan haru selama mengikuti rangkaian acara.

*”Saya sempat menangis. Rasanya campur aduk, sedih sekaligus bahagia melihat semangat anak-anak penyandang talasemia. Mereka mengajarkan kami arti kekuatan dan rasa syukur,”* ungkapnya.

Melalui momentum ini, Universitas Darwan Ali berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal talasemia, memahami pentingnya deteksi dini, serta menumbuhkan kepedulian terhadap para penyandang dan keluarganya. Bagi UNDA, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan panggilan untuk terus hadir, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat dalam setiap langkah kebaikan. (May)

-
-
-