-
PEMPROV KALTENG

Korban TPPO Asal Barsel Tiba di Palangka Raya

411
×

Korban TPPO Asal Barsel Tiba di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
PULANG- Kepala Disnakertrans Kalteng Farid Wajdi saat menyambut kepulangan Supiat (21) warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel), korban TPPO Kamboja, di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Selasa (30/6).FOTO TABENGAN/LIDIA/ADE
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan komitmennya dalam melindungi warga yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng Farid Wajdi, saat menyambut kepulangan Supiat (21) warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang menjadi korban TPPO di Kamboja, di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Selasa (30/6/2026).

Farid mengatakan, proses pemulangan korban berlangsung cepat berkat koordinasi antara Pemerintah Pusat, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

“Saat mendengar kasus yang bersangkutan, saya langsung menghubungi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kalimantan Selatan untuk memastikan informasi yang sempat beredar di media sosial, termasuk TikTok. Ternyata kemudian semuanya bergerak cepat,” ujar Farid.

Menurutnya, setelah keberadaan korban dipastikan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia langsung meminta bantuan KBRI di Kamboja untuk melakukan penanganan hingga proses pemulangan.

“Pak Menteri meminta bantuan kedutaan besar di sana. Teman-teman juga melihat ada komunikasi langsung antara Pak Menteri dengan yang bersangkutan. Dengan cepat beliau mengusahakan agar korban bisa segera pulang ke Indonesia,” katanya.

Farid mengapresiasi sinergi seluruh pihak sehingga proses pemulangan korban hanya berlangsung dalam hitungan hari.

“Saya mendengar kasus itu hari Kamis, sekarang hari Selasa beliau sudah sampai di Indonesia. Ini kerja sama yang luar biasa antara pemerintah pusat melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” ucapnya.

Ia menegaskan, pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mengalami permasalahan di luar negeri.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah pusat diwakili Balai, pemerintah provinsi melalui Disnakertrans, dan pemerintah kabupaten bersama-sama menunjukkan bahwa negara hadir melindungi warga negara yang sedang mengalami permasalahan,” tegas Farid.

Setelah tiba di Palangka Raya, korban selanjutnya diantar menuju Kabupaten Barito Selatan untuk berkumpul kembali bersama keluarga. Farid memastikan kondisi korban dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah teman-teman sudah melihat langsung yang bersangkutan. Kondisinya sehat dan sudah bisa sampai di sini. Sebentar lagi kita bawa ke Barito Selatan untuk kembali ke rumah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Farid juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Menurutnya, kasus yang dialami Supiat terjadi karena keberangkatan dilakukan melalui jalur nonprosedural sehingga menyulitkan proses perlindungan.

“Karena beliau berangkat melalui jalur tidak resmi, maka ketika terjadi masalah penanganannya menjadi lebih sulit. Kalau melalui jalur resmi, pekerja migran berada dalam pengawasan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sehingga jika ada persoalan bisa langsung ditangani,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap berupaya memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara Indonesia tanpa memandang jalur keberangkatannya.

“Namun karena kita bagian dari negara dan negara hadir, maka pemerintah tetap berusaha menyelamatkan yang bersangkutan. Alhamdulillah beliau sudah sampai kembali di Indonesia,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Disnakertrans Kalteng bersama pemerintah kabupaten akan kembali meningkatkan sosialisasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri yang benar dan aman.

“Sosialisasi akan terus kami lakukan. Beberapa tahun lalu kami sudah bekerja sama dengan teman-teman media untuk mengedukasi masyarakat tentang cara bekerja ke luar negeri secara aman. Ke depan kegiatan seperti itu akan kami tingkatkan lagi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Farid. ldw/ded-red

 

-
-
-