-
Hukrim

Tragedi Tumbang Kalemei, Jenazah Bripda Nopandri Ditemukan di Sungai Katingan

1868
×

Tragedi Tumbang Kalemei, Jenazah Bripda Nopandri Ditemukan di Sungai Katingan

Sebarkan artikel ini
-

KASONGAN/TABENGAN.CO.ID – Operasi pencarian terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei akhirnya membuahkan hasil. Warga Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah yang mengapung di aliran Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026) sore.

Jenazah tersebut diduga kuat merupakan Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang dilaporkan hilang sejak Kamis (2/7/2026) dini hari saat menjalankan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika.

Saat ditemukan, jenazah tersangkut di ranting bambu dan kayu di Sungai Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto membenarkan adanya penemuan jenazah yang diduga merupakan salah satu anggotanya.

“Benar, salah satu personel kami atas nama Nopandri Ramadhana ditemukan. Saat ini anggota kami masih menuju lokasi temuan,” ujar Dodik

Hingga berita ini diturunkan, tim dari Polres Katingan masih berada dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut guna memastikan identitas korban.

Sebelumnya, penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei berujung tragedi. Saat petugas berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku, sejumlah anggota keluarga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Bentrok pun tak terhindarkan. Dalam insiden tersebut, Aiptu Yudhi, personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan tewas.

Di tengah situasi yang kacau, dua anggota polisi, yakni Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Katingan.

Sejak kejadian itu, tim gabungan dari Polri, Basarnas, BPBD, TNI, dan masyarakat melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai. fwa

-
-
-