-
Hukrim

Gubernur dan Kapolda Kalteng Temukan Karhutla Jembatan Tumbang Nusa

531
×

Gubernur dan Kapolda Kalteng Temukan Karhutla Jembatan Tumbang Nusa

Sebarkan artikel ini
KARHUTLA-Patroli udara yang dilakukan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran mengungkap masih luasnya karhutla di wilayah Kalteng. Tampak Personel gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan sekitar Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal pada Minggu (12/7/2026). BPBD Palangka Raya. FOTO ISTIMEWA
-

+2 Hari Lahan Belukar Danau Rangas Masih Terbakar

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Patroli udara yang dilakukan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran mengungkap masih luasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalteng.

Dari hasil pemantauan, ditemukan hamparan lahan gambut terbakar dengan luas diperkirakan mencapai 16 hingga 19 hektare di kawasan Jembatan Tumbang Nusa, perbatasan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau.

Patroli udara yang juga diikuti Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo itu dilakukan pada Minggu (12/7/2026). Rute pemantauan meliputi wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, hingga Kabupaten Kapuas dengan mengacu pada data titik panas atau hotspot dari aplikasi Sipongi.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, begitu titik api teridentifikasi dari udara, seluruh unsur Satuan Tugas Penanganan Karhutla langsung diperintahkan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Begitu menemukan titik api, kami langsung menginstruksikan seluruh satgas terkait agar segera melakukan pemadaman sehingga api tidak berkembang ke area yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Irjen Pol Iwan Kurniawan, lahan yang terbakar didominasi tanah gambut yang memiliki karakteristik mudah menyimpan bara api di bawah permukaan. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan secara cepat agar kebakaran tidak terus meluas dan menimbulkan kabut asap.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Satgas Penanganan Karhutla Provinsi Kalteng bersama Satgas Karhutla Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kapuas dengan mengerahkan personel serta peralatan pemadaman ke lokasi kebakaran.

“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh unsur satgas harus terus diperkuat agar penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan efektif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, patroli udara menjadi salah satu langkah strategis untuk mendeteksi titik api sejak dini selama musim kemarau. Dengan pemantauan dari udara, setiap hotspot dapat segera diketahui sehingga proses penanganan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.

“Patroli udara menjadi bagian dari upaya pengawasan intensif selama musim kemarau agar setiap titik api dapat segera dideteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.

Kapolda juga menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dilakukan tanpa kompromi. Selain memperkuat upaya pencegahan, kepolisian memastikan akan memproses hukum siapa pun yang terbukti dengan sengaja membakar hutan maupun lahan.

“Kami tegaskan akan menindak tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang dengan sengaja menyebabkan terjadinya karhutla,” pungkasnya.

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026).

 

Danau Rangas Terbakar

Karhutla kembali menghanguskan kawasan gambut di Kota Palangka Raya. Sekitar 0,5 hektare lahan di Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, terbakar pada Minggu (12/7/2026). Meski kobaran api berhasil dikendalikan, proses penanganan belum berakhir karena asap masih terus muncul dari bawah permukaan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, operasi pemadaman lanjutan dilakukan sejak pukul 12.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Tim gabungan difokuskan untuk memastikan bara api yang berada di dalam lapisan gambut benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran.

“Api di permukaan sudah berhasil dipadamkan, tetapi masih terdapat kepulan asap dari dalam lahan gambut. Karena itu kami terus melakukan pendinginan agar api tidak kembali muncul dan meluas,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Menurut Hendrikus, karakteristik tanah gambut menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla. Meski kobaran api di permukaan telah padam, bara api di bawah tanah masih dapat bertahan selama beberapa waktu sehingga memerlukan penyiraman secara menyeluruh.

Menurut Hendrikus, untuk Kelurahan Bukit Tunggal masih menjadi wilayah dengan intensitas kejadian tertinggi dibandingkan kawasan lainnya. Hingga pertengahan Juli, sedikitnya 10 kejadian kebakaran tercatat terjadi di wilayah tersebut dengan total luasan lahan terbakar diperkirakan telah melebihi 10 hektare.

Selain Bukit Tunggal, kejadian karhutla juga terjadi di Kelurahan Tanjung Pinang sebanyak dua kali, yakni di kawasan Jalan Bangaris dan hamparan lahan di sekitarnya. Sementara masing-masing satu kejadian tercatat di Kelurahan Sabaru dan Petuk Katimpun.

“Di Kelurahan Bukit Tunggal tercatat 10 kejadian dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 10 hektare. Selain itu, di Kelurahan Tanjung Pinang terdapat dua kejadian, kemudian masing-masing satu kejadian di Kelurahan Sabaru dan Petuk Katimpun,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar kebakaran diduga masih dipicu kelalaian manusia yang melakukan pembakaran. Baik karena unsur kesengajaan membuka lahan dengan cara membakar maupun kelalaian yang menyebabkan api merambat ke kawasan gambut. fwa/red

 

-
-
-