-
PEMKO PALANGKA RAYA

MPLS 86.000-an SMA/SMK-86.318 SMP/MTsN-Fairid Hadiri MPLS Perdana di Sekolah Rakyat

142
×

MPLS 86.000-an SMA/SMK-86.318 SMP/MTsN-Fairid Hadiri MPLS Perdana di Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
PENGENALAN SEKOLAH- Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin membuka MPLS Sekolah Rakyat di Jalan Tjilik Riwut Km 39, Kelurahan Tangkiling, Selasa (14/7/2026).FOTO TABENGAN/DIRMANTIO
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sejak Senin, sekitar 86 Ribuan siswa SMA/SMK- dan 86.318 pelajar baru di SMP/MTsN melaksanakan MPLS di semua sekolah di Kalteng (Data Disdik Kalteng)

Sementara terlihat suasana penuh semangat dan harapan mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km 39, Kelurahan Tangkiling, Selasa (14/7/2026).

Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan perdana sebagai peserta didik di sekolah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah tersebut.

Sejak pagi, para siswa bersama orang tua dan wali murid mulai berdatangan ke lokasi sekolah. Sebelum mengikuti MPLS, mereka terlebih dahulu menjalani proses registrasi, verifikasi data, hingga pemeriksaan kesehatan yang disiapkan oleh panitia.

Sejumlah tenaga kesehatan dan petugas sekolah tampak melayani para peserta, sementara para siswa terlihat mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang akan menjadi tempat mereka menempuh pendidikan.

Pembukaan MPLS ini turut dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Forkopimda Kota Palangka Raya, Camat dan Lurah Kota Palangka Raya, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, tenaga pendidik, serta para orang tua dan wali murid yang turut mendampingi anak-anak mereka pada hari pertama masuk sekolah.

Dalam sambutannya, Fairid menyampaikan rasa syukur karena Sekolah Rakyat di Kota Palangka Raya akhirnya mulai beroperasi bertepatan dengan tahun ajaran baru meskipun pembangunan fisik sekolah masih dalam proses penyelesaian.

“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat di Kota Palangka Raya sudah memasuki tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan para siswa sudah mulai masuk. Target awal memang penyelesaian pembangunan, tetapi untuk saat ini sekolah sudah dioperasionalkan terlebih dahulu agar dapat mengikuti tahun ajaran baru,” ujar Fairid dalam sambutannya.

Menurut Fairid, langkah tersebut dilakukan agar anak-anak yang telah terdaftar tidak perlu menunggu hingga pembangunan selesai untuk memperoleh hak pendidikan.

Ia mengungkapkan, pekerjaan fisik sekolah masih berlangsung sesuai kontrak dan ditargetkan rampung pada September 2026. Sementara itu, operasional pembelajaran tetap dijalankan secara bertahap.

Kapasitas Sekolah Rakyat nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 peserta didik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk tahap awal, jumlah siswa yang telah hadir mendekati 200 orang.

Pemerintah Kota Palangka Raya masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat.

Menurutnya, proses pendaftaran dapat dilakukan melalui pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Sosial maupun langsung ke Pemerintah Kota Palangka Raya.

“Bagi masyarakat, orang tua maupun wali murid yang ingin menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat, silakan berkoordinasi melalui kecamatan, kelurahan, Dinas Sosial maupun langsung ke Pemerintah Kota Palangka Raya,” ungkapnya.

Fairid memastikan seluruh calon peserta didik akan melalui proses verifikasi secara langsung oleh tim yang telah dibentuk sehingga penetapan penerima manfaat benar-benar sesuai kondisi riil masyarakat. Ia menjelaskan, data administrasi bukan menjadi satu-satunya acuan dalam menentukan kelayakan peserta.

“Nanti ada tim verifikasi yang melakukan pengecekan data di lapangan. Jadi jangan khawatir apabila secara administrasi belum tercatat pada desil 1 atau desil 2, tetapi kondisi sebenarnya memang masuk kategori tersebut. Data itu bisa disesuaikan berdasarkan fakta lapangan melalui koordinasi bersama Badan Pusat Statistik,” tambahnya.

Lebih lanjut Fairid menilai, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya dalam memberikan akses pendidikan yang layak. Ia berharap para orang tua tidak lagi merasa khawatir terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Fairid mengaku sempat melihat langsung kondisi beberapa siswa yang baru pertama kali mengikuti kegiatan sekolah.

Menurutnya, masih terdapat anak-anak yang belum mampu membaca maupun mereka yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.

Hal tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kita tadi melihat masih ada anak-anak yang belum bisa membaca dan ada juga yang memang membutuhkan akses pendidikan. Harapan besarnya tentu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Inspektur Bidang Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Hernowo, menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini masih melakukan proses rekrutmen tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Palangka Raya.

Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan mengutamakan kualitas tenaga pengajar.

“Untuk tenaga pengajar saat ini kami sedang melaksanakan rekrutmen secara terbuka. Kami mencari tenaga-tenaga pendidik terbaik untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Hernowo mengatakan, proses rekrutmen tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan sehingga standar kualitas guru tetap terjaga.

Selain kompetensi, pemerintah juga memprioritaskan tenaga pendidik yang berasal dari daerah setempat agar lebih memahami kondisi sosial masyarakat serta memudahkan proses adaptasi.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk mendapatkan tenaga pendidik terbaik. Apabila memungkinkan, tentu kami mengutamakan tenaga pendidik yang berdomisili di wilayah terdekat sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-