-
Hukrim

Bertahan di Posko, Korban Kebakaran Harap Bantuan Segera Tersalurkan

139
×

Bertahan di Posko, Korban Kebakaran Harap Bantuan Segera Tersalurkan

Sebarkan artikel ini
-

 

MUSIBAH-Korban kebakaran ketika bertahan di posko pengungsian (atas). Sementara para korban lainnya memungut sisa barang yang hangus dari reruntuhan rumah (bawah). FOTO TABENGAN/DIRMANTIO

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, Minggu (12/7/2026) siang, menyisakan duka bagi puluhan keluarga. Selain menghanguskan puluhan rumah, peristiwa itu membuat ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di posko pengungsian maupun rumah kerabat.

Sehari setelah kejadian, Senin (13/7/2026), suasana duka masih terasa di lokasi kebakaran. Sejak pagi, warga terlihat menyusuri puing-puing bangunan untuk mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan, mulai dari besi, peralatan rumah tangga, hingga dokumen penting yang tersisa.

Ketua RT 01, Nawawi, yang rumahnya berada tidak jauh dari titik awal kebakaran, menceritakan detik-detik kobaran api mulai muncul. Menurutnya, api pertama kali terlihat di depan rumahnya. Mendengar teriakan warga, ia bersama warga lainnya langsung bergegas menuju lokasi untuk berupaya memadamkan api sebelum membesar.

“Awalnya api muncul di depan rumah saya. Saat terdengar teriakan ada kebakaran, saya bersama warga langsung menuju lokasi asal api untuk membantu memadamkan,” ujarnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan air dan satu unit alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api yang dengan cepat membesar membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Saat membantu proses pemadaman, Nawawi mengalami luka bakar pada bagian tangan karena berada terlalu dekat dengan kobaran api.

“Tangan saya mengalami luka karena terlalu dekat dengan kobaran api ketika membantu proses pemadaman,” katanya.

Di tengah kepanikan, Nawawi mengaku tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Seluruh perhatian saat itu tertuju pada upaya mencegah api agar tidak semakin meluas ke rumah-rumah lainnya.

Ketika kebakaran terjadi, ia sedang berada di rumah bersama istri dan anak-anaknya. Begitu mendengar teriakan warga, mereka segera keluar rumah dan melihat api sudah membesar hingga menjalar ke bagian atap bangunan.

Kini Nawawi masih bertahan di sekitar lokasi kebakaran untuk mengurus berbagai keperluan pascakejadian, sedangkan istri dan anak-anaknya sementara tinggal di rumah keluarga.

Sementara itu, pemerintah bersama berbagai instansi telah mendirikan posko darurat yang mulai beroperasi sejak malam usai kebakaran. Posko tersebut menjadi pusat pelayanan, pendataan, sekaligus penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, pemerintah kelurahan bersama instansi terkait telah melakukan pendataan terhadap korban maupun kerusakan akibat kebakaran.

“Untuk kebakaran yang terjadi di Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, kami sudah melakukan pendataan secara menyeluruh. Saat ini tercatat sekitar 43 kepala keluarga atau sekitar 128 jiwa yang terdampak,” ungkapnya.

Selain mendata korban, petugas juga menginventarisasi bangunan yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara, sekitar 40 bangunan terdampak, baik rusak berat maupun ringan.

“Bangunan yang mengalami kerusakan diperkirakan sekitar 40 unit, baik rusak berat maupun ringan. Itu sudah termasuk satu sekolah madrasah dan satu barak tiga pintu,” tambahnya.

Reza menjelaskan, kebakaran melanda tiga wilayah rukun tetangga, yakni RT 01 RW 10, RT 02 RW 10, dan RT 03 RW 09 di Kelurahan Pahandut.

Di RT 01, tercatat 20 rumah, satu barak tiga pintu, dan satu madrasah mengalami kerusakan. Di RT 02 terdapat empat rumah rusak ringan, sedangkan di RT 03 sebanyak 12 rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan.

Secara keseluruhan, kebakaran mengakibatkan 32 rumah rusak berat, enam rumah rusak ringan, satu barak tiga pintu, serta satu sekolah madrasah terdampak.

Menurut Reza, sejak sore hari setelah kejadian berbagai unsur pemerintah langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Bantuan makanan disalurkan Dinas Sosial, matras dan terpal diberikan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan BPBD Kota Palangka Raya, layanan kesehatan disiapkan Dinas Kesehatan, sementara BPBD Kota juga mendirikan posko penanganan.

Meski sebagian warga memilih mengungsi di rumah keluarga atau kerabat, pemerintah berharap seluruh korban dapat memanfaatkan posko yang telah disediakan. Dengan demikian, proses pendataan, koordinasi, distribusi bantuan, hingga penyampaian informasi dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Untuk sementara memang ada warga yang memilih mengungsi di rumah keluarga atau kerabatnya. Namun, kami mengharapkan seluruh warga terdampak dapat berkumpul di posko yang telah disiapkan agar komunikasi, pendataan, penyaluran bantuan, serta penyampaian informasi dari pemerintah dapat berjalan lebih mudah dan terkoordinasi,” tutup Reza. dte/fwa-red

-
-
-