PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebuah rumah yang difungsikan sebagai rumah kos di Jalan RA Kartini, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, terbakar pada Rabu (29/7/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, meski bangunan dengan sembilan kamar itu mengalami kerusakan akibat dilalap api.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.35 WIB melalui layanan darurat Call Center 112 dari seorang warga bernama Catrin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Regu II Mako Damkar bersama Regu II Rescue langsung menuju lokasi dan tiba sekitar tiga menit kemudian. Respons cepat petugas membuat api segera dapat dikendalikan sebelum merambat lebih luas.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam proses penanganan kebakaran.
“Setelah menerima informasi, anggota langsung bergerak ke lokasi. Waktu respons sekitar tiga menit sehingga penanganan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Di lokasi, petugas melakukan pemadaman bersama Relawan Kebakaran (Redkar) dengan dukungan personel kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Anggota bersama rekan-rekan Redkar melakukan pemadaman sampai api benar-benar padam. Setelah itu kami memastikan kondisi di lokasi aman sebelum seluruh personel kembali ke markas,” kata Alfrianto.
Berdasarkan pendataan sementara, rumah kos yang terbakar merupakan milik Saduri Mangkin. Bangunan tersebut memiliki sembilan kamar dan saat kejadian dihuni lima orang.
Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api membesar sehingga tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka.
“Yang paling penting dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Semua penghuni dapat menyelamatkan diri,” tuturnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara itu, nilai kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses pendataan oleh petugas.
“Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui. Begitu juga dengan nilai kerugian, saat ini masih dalam proses pendataan. Jika seluruh data sudah lengkap, nanti akan kami sampaikan,” pungkas Alfrianto. dte/fwa-red











