PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kualitas udara di Kota Palangka Raya mengalami perubahan yang cukup drastis pada Jumat (31/7/2026). Setelah berada pada kategori sedang sejak dini hari, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tiba-tiba melonjak tajam pada pagi hari hingga masuk kategori tidak sehat, sebelum akhirnya kembali membaik menjelang siang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan kualitas udara di wilayah ibu kota Provinsi Kalteng dapat berubah secara cepat dalam hitungan jam, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, sejak pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih berada pada kisaran 12,4 hingga 28,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Nilai tersebut masih masuk kategori sedang dan relatif stabil.
Secara rinci, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 20,7 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB, kemudian menurun menjadi 15,7 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB, 15,2 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB, dan mencapai titik terendah sebesar 12,4 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB.
Memasuki dini hari hingga pagi, angka tersebut kembali mengalami fluktuasi di kisaran 14,4 hingga 21,5 µg/m³ sampai pukul 07.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi mulai meningkat menjadi 28,5 µg/m³.
Namun, kondisi berubah drastis satu jam kemudian. Pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak hingga mencapai 138,1 µg/m³. Kenaikan itu berlanjut pada pukul 10.00 WIB dengan konsentrasi mencapai 145,3 µg/m³, sehingga kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat.
Pada tingkat tersebut, masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan apabila terpapar dalam waktu lama, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan maupun penyakit kardiovaskular.
Beruntung, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Menjelang pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 kembali turun secara signifikan menjadi 18,0 µg/m³ sehingga kualitas udara kembali berada pada kategori sedang.
Perubahan yang terjadi dalam rentang waktu singkat tersebut diduga dipengaruhi oleh peningkatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang dipadukan dengan faktor meteorologi, seperti arah angin, stabilitas atmosfer, dan rendahnya pencampuran udara di lapisan bawah sehingga polutan terkonsentrasi di permukaan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca di Kalimantan Tengah dalam sepekan ke depan diperkirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan di sebagian besar wilayah.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi secara lokal.
“Untuk sepekan ke depan, cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang, terutama di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun masih terdapat peluang hujan di beberapa wilayah, intensitasnya diperkirakan bersifat lokal dan belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap kondisi musim kemarau yang saat ini sedang berlangsung di sebagian besar Kalteng.
Dominasi cuaca cerah berawan juga berpotensi menyebabkan kondisi vegetasi dan lahan gambut semakin kering. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko muncul maupun meluasnya kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Selain berpotensi memicu karhutla, asap yang dihasilkan juga dapat menyebabkan penurunan kualitas udara secara tiba-tiba sebagaimana yang terjadi di Palangka Raya pada Jumat pagi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara secara berkala, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi PM2.5 meningkat, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
“Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau masih berlangsung,” pungkasnya. dte/fwa-red











