-
PEMPROV KALTENG

KARHUTLA-500 Personel Dikerahkan Atasi Bara di Lahan Gambut

131
×

KARHUTLA-500 Personel Dikerahkan Atasi Bara di Lahan Gambut

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran bersama Meko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago meninjau Posko Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (31/7/2026).FOTO MMC KALTENG
-
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), memasuki tahap pendinginan. Kobaran api di permukaan lahan berhasil dikendalikan, namun tim gabungan masih harus bekerja keras menghilangkan asap pekat yang muncul, akibat bara api yang masih tersimpan di bawah lapisan gambut.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Agustiar Sabran, menegaskan, seluruh instansi terkait harus bergerak cepat, dan menjaga koordinasi dalam menangani karhutla di Pulang Pisau.
Menurutnya, keterlambatan dalam merespons kemunculan titik api, dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
“Penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau ini harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi tanpa ada toleransi keterlambatan. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, sehingga begitu ada titik api terdeteksi, respons harus segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan, pihaknya terus memperkuat patroli terpadu, penyekatan, dan pemadaman di kawasan rawan karhutla.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke kawasan lain, khususnya di wilayah dengan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara tuntas.
“Kami mengoptimalkan patroli, penyekatan, dan pemadaman terpadu untuk mencegah penyebaran api yang lebih luas di lahan gambut. Kami juga mengimbau masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun,” kata Toyib.
Selain berfokus pada pemadaman dan pendinginan, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk masyarakat yang terdampak karhutla dan asap.
BNPB bersama kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau membangun sumur bor serta sumur temporer. Fasilitas tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan air dalam proses pemadaman, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
BNPB turut menyiagakan armada truk tangki air bersih, untuk mendistribusikan pasokan air kepada warga di wilayah yang terdampak asap karhutla.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni, BPBD, MPA, dan seluruh unsur terkait dapat mempercepat proses pendinginan lahan gambut.
Dengan operasi terpadu melalui jalur darat, udara, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan diharapkan dapat benar-benar dipadamkan, sehingga risiko karhutla kembali meluas selama puncak musim kemarau dapat ditekan.ldw/ded-red
-
-
-