-
PEMPROV KALTENG

El Nino Mengintai, Kalteng Kerahkan 10.700 Personel Hadapi Karhutla

137
×

El Nino Mengintai, Kalteng Kerahkan 10.700 Personel Hadapi Karhutla

Sebarkan artikel ini
RAKOR-Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengikuti secara daring Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla Tahun 2026, Senin (10/8/2026). FOTO BIRO ADPIM KALTENG
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi, kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga peningkatan patroli serta respons cepat di lapangan.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengikuti secara daring Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla Tahun 2026, Senin (10/8/2026). Rakor tersebut berlangsung di Lobi Kantor Polda Kalteng dan diikuti oleh jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri serta unsur terkait lainnya.

Rakor digelar sebagai langkah memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat fenomena El Nino diperkirakan dapat menyebabkan kondisi cuaca yang lebih kering hingga awal 2027.

Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dilakukan sejak dini.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Tidak bisa hanya dilakukan oleh satu institusi, tetapi harus melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat,” ujar Djamari dalam arahannya.

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan tinggi. Setiap unsur diminta memastikan kesiapan personel maupun peralatan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran.

Dalam rakor tersebut juga disampaikan bahwa pengaruh El Nino berpotensi membuat kondisi cuaca lebih kering hingga awal tahun 2027. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, khususnya pada lahan dan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Karena itu, penguatan Satgas Darat dan Satgas Udara menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi peningkatan eskalasi karhutla. Selain itu, patroli secara intensif, pemadaman di lokasi kejadian, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus menjadi bagian dari strategi penanganan.

Khusus di Kalteng, sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur telah dikerahkan untuk mendukung upaya penanganan karhutla. Kekuatan personel tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan bersama dalam melakukan pencegahan, patroli, pemadaman, serta penanganan apabila terjadi kebakaran.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga terus memperkuat kesiapan sarana dan prasarana serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan agar setiap potensi kebakaran dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.

Gubernur Agustiar menegaskan bahwa Pemprov Kalteng berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” kata Agustiar.

Ia menekankan, sinergi antarlembaga serta kecepatan dalam merespons setiap kejadian menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Sinergi dan respons cepat menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak karhutla,” tegasnya.

Agustiar juga mendorong seluruh unsur yang terlibat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menunggu hingga terjadi kebakaran besar. Upaya pencegahan, menurutnya, harus menjadi prioritas dengan mengoptimalkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan.

Dengan penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta keterlibatan aktif masyarakat, Pemprov Kalteng berharap potensi peningkatan karhutla selama periode cuaca kering dapat ditekan.

Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan, serta mencegah dampak lebih luas yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng. ldw/ded-red

 

-
-
-