-
DPRD PROV. KALTENG

DPRD KALTENG SOROTI INFRASTRUKTUR PEDALAMAN KATINGAN-Murid SD Tumbang Tangoi Katingan Masih Gunakan Perahu Seberangi Sungai

209
×

DPRD KALTENG SOROTI INFRASTRUKTUR PEDALAMAN KATINGAN-Murid SD Tumbang Tangoi Katingan Masih Gunakan Perahu Seberangi Sungai

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Bryan Iskandar
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng). Salah satunya dialami murid SD di Desa Tumbang Tangoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan.

Sejumlah pelajar di desa tersebut masih harus menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk menuju sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Kalteng karena menyangkut keamanan dan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Bryan Iskandar, meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.

“Masih ada anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah karena belum tersedia jembatan,” ujar Bryan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pemerataan akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga ditentukan oleh infrastruktur penunjang yang memudahkan masyarakat mencapai fasilitas pendidikan.

Bryan menilai pembangunan jalan dan jembatan perlu disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan, kesehatan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jalan dan jembatan harus menjadi bagian penting dalam prioritas anggaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, SD Negeri 1 Tumbang Tangoi berada cukup jauh dari pusat Kabupaten Katingan. Kondisi geografis wilayah yang masih mengandalkan jalur darat dan sungai turut menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari harus menuju sekolah.

Karena itu, Bryan mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Masyarakat di pedalaman juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas dasar yang layak.

“Anak-anak harus mendapatkan akses sekolah yang aman dan mudah,” pungkasnya. rmp/rca-red

-
-
-