-
Spirit Kalteng

Hindu Kaharingan Doakan Karhutla Kalteng Segera Berakhir

223
×

Hindu Kaharingan Doakan Karhutla Kalteng Segera Berakhir

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya Parada Lewis Kobek Dandan Ranying, S.Ag., M.Si.,
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Harapan agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah segera berakhir terus disampaikan dari berbagai kalangan dan lintas agama. Selain melalui salat Istisqa, doa untuk memohon turunnya hujan dan keselamatan masyarakat juga disampaikan umat Hindu Kaharingan.

Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya Parada Lewis Kobek Dandan Ranying, S.Ag., M.Si., turut memanjatkan doa agar kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng segera berlalu.

Dalam doanya, ia memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Ranying Hatalla Langit, agar memberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan, serta kekuatan kepada seluruh masyarakat dan para petugas yang berada di lapangan dalam menghadapi bencana karhutla.

“Semoga bencana kebakaran hutan serta lahan di Kalimantan Tengah segera berlalu. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa, Ranying Hatalla Langit, memberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan, serta kekuatan kepada seluruh masyarakat dan para petugas yang berada di lapangan,” ujar Parada.

Ia juga berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup sehingga api yang masih membakar lahan dapat dipadamkan dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dapat segera menghilang.

“Semoga hujan segera turun dengan cukup, api dapat dipadamkan, asap menghilang, dan keadaan kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, tenteram, dan sejahtera,” katanya.

Doa lintas agama tersebut sebelumnya mengemuka dalam kegiatan Salat Istisqa yang digelar di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (23/8/2026). Salat Istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah meningkatnya ancaman karhutla dan asap di Kalteng.

Selain umat Islam, doa untuk keselamatan masyarakat dan agar karhutla segera berakhir juga disampaikan dari berbagai lintas agama, di antaranya Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu.

Kebersamaan lintas agama tersebut menjadi simbol bahwa penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta doa seluruh elemen masyarakat.

Dengan kondisi cuaca yang diharapkan segera mendukung proses pemadaman, masyarakat berharap hujan turun secara merata sehingga titik-titik api dapat dikendalikan, kualitas udara membaik, dan aktivitas warga kembali berjalan normal. rmp/rca-red

 

-
-
-