-
PEMPROV KALTENG

KARHUTLA KALTENG TEMBUS 7.634 HEKTARE-500 Pompa Air Didatangkan untuk Perkuat Pemadaman

99
×

KARHUTLA KALTENG TEMBUS 7.634 HEKTARE-500 Pompa Air Didatangkan untuk Perkuat Pemadaman

Sebarkan artikel ini
BANTUAN-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran bersama Kapolada Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melepas bantuan untuk penanganan karhutla di Kalteng, Senin (24/8/2026). di Palangka Raya.FOTO HUMAS DISHUT KALTENG
-
BANTUAN-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran bersama Kapolada Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melepas bantuan untuk penanganan karhutla di Kalteng, Senin (24/8/2026). di Palangka Raya.FOTO HUMAS DISHUT KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 2026, telah mencapai sekitar 7.634 hektare. Meski luasan lahan terbakar terus bertambah, Pemerintah Provinsi Kalteng belum menaikkan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat.

Kondisi tersebut disampaikan dalam konferensi pers penanganan karhutla yang digelar Pemerintah Provinsi Kalteng bersama TNI dan Polri di Markas Polda Kalteng, Senin (24/8/2026).

Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, mengatakan situasi karhutla di wilayahnya hingga saat ini masih terkendali. Aktivitas masyarakat, pendidikan, pemerintahan, hingga perekonomian masih berjalan normal.

“Situasi di Kalteng masih terkendali. Aktivitas masyarakat, pendidikan, pemerintahan, dan perekonomian masih berjalan normal,” kata Agustiar.

Menurut dia, kondisi tersebut juga menjadi perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto, saat meninjau langsung penanganan karhutla di Kalteng pada Sabtu (22/8).

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap situasi di Kalteng,” ujarnya.

Namun, di balik kondisi yang dinilai masih terkendali, data karhutla menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintah cukup besar.

Sejak Januari 2026, tercatat sebanyak 22.203 hotspot dan 1.739 fire spot. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7.634 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan pencatatan sebelumnya yang berada dikisaran 4.920 hektare.

Dalam pemantauan harian, tercatat 858 hotspot, dan 53 fire spot dengan tambahan luas lahan terbakar sekitar 190,96 hektare.

Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 1.686 hektare. Kemudian Kotawaringin Barat (Kobar) sekitar 508,5 hektare, Kota Palangka Raya 484,2 hektare, dan Barito Timur (Bartim) sekitar 14,7 hektare.

Pemerintah menyadari angka tersebut tidak kecil. Namun, kondisi tahun ini masih kecil dibandingkan dengan sejarah karhutla Kalteng, khususnya pada 1997 ketika luas lahan terbakar tercatat mencapai sekitar 2 juta hektare.

Tantangan pengendalian karhutla tahun ini juga semakin berat, karena kondisi cuaca yang dipengaruhi El Niño dalam kategori sangat kuat.

Karena itu, pemerintah menilai pengendalian harus terus diperkuat, agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang mengganggu kehidupan masyarakat.

Dari sisi operasi lapangan, Polda Kalteng memperkuat personel, untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah Kota Palangka Raya.

Operasi melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, masyarakat peduli api, hingga kelompok relawan.

Sedikitnya 29 kelompok relawan pemadam api, dengan total sekitar 120 personel telah ditempatkan di sejumlah titik rawan karhutla di Palangka Raya.

Penguatan juga dilakukan dari sisi peralatan. Aslog Kasdam XXII/Tambun Bungai, Aji Suwijo, mengatakan, sebanyak 149 unit kendaraan pemadam, dan 100 kendaraan tangki air sebelumnya telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalteng.

“Peralatan yang sudah didistribusikan meliputi kendaraan pemadam dan kendaraan tangki air. Peralatan tersebut diarahkan ke wilayah yang membutuhkan dan memiliki potensi kebakaran,” kata Aji.

Dukungan dari pemerintah pusat juga kembali berdatangan setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Kalteng. Bantuan tahap berikutnya mencakup 500 unit pompa air beserta perlengkapannya. Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan alat berat, masker, alat pelindung diri (APD), drone, chainsaw, gas mask, hingga senter kepala tahan air.

Tambahan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan personel, dalam melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi yang sulit dijangkau.

Tidak hanya itu, pesawat C-130 TNI AU dari Halim Perdanakusuma, dijadwalkan mengangkut tambahan flexible water tank ke Kalteng.

Flexible water tank tersebut memiliki kapasitas 1.000 liter dan 2 ribu liter. Peralatan itu diproyeksikan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi kebakaran.

Persoalan jarak sumber air dengan titik api selama ini menjadi salah satu kendala dalam operasi pemadaman karhutla, terutama pada lokasi yang berada jauh dari sumber air atau sulit dijangkau kendaraan.

Dengan keberadaan penampungan air di sekitar lokasi kebakaran, personel diharapkan tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh untuk mendapatkan pasokan air.

“Penguatan peralatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman dan pendinginan, terutama di lokasi yang memiliki kendala sumber air,” ujarnya.ldwd/ded-red

 

-
-
-