PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Agustiar Sabran, menegaskan, pemerintah tidak ingin, kondisi yang masih terkendali membuat kewaspadaan terhadap karhutla menurun.
Status Siaga Darurat tetap dipertahankan. Pemerintah belum memutuskan untuk menaikkan status menjadi Tanggap Darurat.
Menurutnya, perubahan status penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara sembarangan, karena berkaitan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat.
“Status ini tidak dinaikkan secara sembarangan karena berkaitan dengan aktivitas masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian,” tegasnya baru-baru ini di Palangka Raya.
Pemerintah, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan karhutla, berdasarkan kondisi di lapangan. Apabila situasi memburuk dan berdampak luas terhadap masyarakat, evaluasi terhadap status penanganan akan dilakukan.
Selain pemadaman, pemerintah juga menekankan pentingnya pencegahan. Titik api yang muncul harus segera ditangani, agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Agustiar juga meminta media massa, ikut menjaga kualitas informasi mengenai karhutla.
Ia berharap, pemberitaan mengenai kondisi kebakaran tetap mengedepankan fakta, dan dilakukan melalui proses konfirmasi.
“Kami berharap, informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan fakta di lapangan dan telah melalui proses konfirmasi. Jangan sampai informasi yang tidak tepat, justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” katanya.
Bagi pemerintah, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan memadamkan api yang sudah muncul. Upaya pencegahan, kesiapan personel, ketersediaan sumber air, peralatan pemadam, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran.
Dengan tambahan personel, kendaraan pemadam, tangki air, 500 pompa air, peralatan pendukung, hingga bantuan pusat, operasi penanganan karhutla Kalteng kini memasuki fase penguatan.
Pemerintah berharap seluruh dukungan tersebut mampu mempercepat pemadaman, mencegah titik api berkembang, serta menjaga agar kabut asap tidak kembali mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat di Bumi Tambun Bungai.ldw/ded-red











