-
Hukrim

BPBD Palangka Raya Optimalkan Embung Portable

145
×

BPBD Palangka Raya Optimalkan Embung Portable

Sebarkan artikel ini
ATASI KARHUTLA- Petugas memanfaatkan embung portable sebagai tempat penampungan air untuk mempercepat proses pengisian mobil tangki. TABENGAN/HMSBPBD
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus mengoptimalkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan mendirikan pos lapangan serta memanfaatkan embung portable sebagai tempat penampungan air untuk mempercepat pengisian mobil tangki.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan pos lapangan tersebut didirikan di Kantor Kecamatan Jekan Raya.  Menurutnya, keberadaan pos ini menjadi salah satu bagian dari upaya BPBD dalam memperkuat penanganan karhutla, khususnya terhadap kondisi asap dan kebutuhan pemadaman di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

“Kita membuat pos lapangan yang ada di Kantor Kecamatan Jekan Raya. Salah satunya untuk pembersihan asap yang ada di sekitar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU),” kata Budi saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (26/8/2026).

Selain pos lapangan, BPBD juga memasang embung portable di sekitar lokasi yang memiliki sumur bor. Embung tersebut difungsikan sebagai tempat penampungan sementara air dari sumur bor sebelum disedot oleh mobil tangki.

Menurut Hendrikus, penggunaan embung portable tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan lamanya waktu pengisian mobil tangki apabila air dari sumur bor langsung dialirkan ke kendaraan.

“Embung portable yang kami pasang itu karena di situ ada sumur bor untuk mengisi mobil tangki,” tambahnya.

Ia menjelaskan, apabila mobil tangki mengambil air langsung dari sumur bor, proses pengisian membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif apabila mobil tangki harus segera dikerahkan menuju lokasi kebakaran.

Dengan adanya embung portable, air dari sumur bor dapat terlebih dahulu ditampung ketika mobil tangki belum berada di lokasi. Ketika mobil tangki datang, petugas tinggal melakukan penyedotan air dari embung sehingga proses pengisian dapat berlangsung jauh lebih cepat.

“Kalau mobil tangki mengambil langsung dari sumur bor itu makan waktu kurang lebih setengah jam. Jadi caranya, air sumur bor itu ditaruh di embung, kemudian mobil tangki, mengisap atau menyedot menggunakan yang ada di embung. Kurang lebih 10 menit saja,” jelasnya.

Hendrikus menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan waktu pengambilan air sekaligus meningkatkan efektivitas mobil tangki dalam mendukung operasi pemadaman karhutla.dte/gie-red

-
-
-