AIR BERSIH-Pemprov Kalteng menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan, Selasa (1/9/2026). Tampak sejumlah masyarakat yang menerima air bersih.FOTO ISTIMEWA
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Musim kemarau yang terjadi tahun 2026 di Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak hanya menyebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), tapi juga menyebabkan kekeringan yang sangat berdampak bagi masyarakat. Akibatnya, sejumlah daerah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui PUPR Kalteng menyalurkan air bersih, bagi daerah-daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Dinas PUPR Kalteng Prof Dr Ir Juni Gultom, ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (1/9/2026), membenarkan pihaknya telah menyalurkan air bersih di sejumlah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih.
“Ya benar, sesuai dengan kepedulian Bapak Gubernur, kami diminta cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat Kalteng. Untuk itu, sesuai petunjuk beliau, kami menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa kota dan kabupaten,” kata Juni Gultom.
Juni menuturkan, sejumlah tempat yang sudah tersalurkan air bersih, di antaranya: pada 1 September 2026, ada 6 daerah, yakni 5 kabupaten, dan 1 kota yang menjadi lokasi distribusi air bersih, dengan total air yang disalurkan sebanyak 74. 450 liter.
Sebanyak 4.250 liter air disalurkan di Palangka Raya, dengan lokasi Desa Rindang Banua sebanyak 250 liter kepada 10 Kepala Keluarga (KK), dan Desa Petuk Katimpun untuk 164 KK sebanyak 4 ribu liter.
Lalu di Kabupaten Barito Utara (Barut), tepatnya Desa Pendreh sebanyak 12 ribu liter untuk 850 KK. Disusul Kabupaten Murung Raya (Mura) untuk Desa Danau Usung sebanyak 12 ribu liter.
Di Kabupaten Lamandau disalurkan sebanyak 10 ribu liter. Selanjutnya Kabupaten Seruyan di Desa Sungai Undang disalurkan 4 ribu liter air untuk 64 KK. Terakhi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) disalurkan untuk 6 Desa. Yakni Desa Parebok Barat sebanyak 5 ribu liter, Desa Kaya Karet sebanyak 5 ribu liter, Desa Kaya Kelapa sebanyak 5 ribu liter, Desa Basirih sebanyak 5 ribu liter, Desa Lempuyang sebanyak 5 ribu liter, dan terakhir Desa Jaya Kelapa sebanyak 18 ribu liter.(jumlah pemanfaat Menuyusul)
Murung Raya di Desa Usung 1.200 liter
“Jadi Total 74.450 liter,” ujar Juni.
“Untuk warga yang membutuhkan, silakan menghub dinas kami atau berkoordinasi dengan Pemkab masing-masing,” kata Juni.
Sementara itu, Warga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, atas bantuan air bersih.
Dirinya berharap, kondisi kekeringan ini dapat segera berakhir, dan kondisi normal kembali seperti sedia kala.
“Terima kasih Bapak Gubernur atas bantuan air bersih bagi warga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Air bersih ini sangat berarti bagi masyarakat, dan semoga kondisi ini segera berakhir, dan kembali normal,” ucapnya.
Rincian Distribusi Air Bersih, 1 September 2026
1. Kota P.Raya Ds. Rindang Banua (Puntun) = 10 KK (250 liter) dan Ds. Petuk ketimpun = 164 KK (4.000 liter)
2. Kab.Barut Ds Pendreh= 850 KK (12.000 liter)
3. Kab. Lamandau: Nanga Bulik = (10.000 liter)
4. Kab. Seruyan DS. Sungai Undang = 64 KK (4.000 liter)
5. Kab. Kotim, desa yg dilayani : Parebok barat: 5000 liter, kaya karet: 5000 liter , kaya kelapa: 5000 liter, basirih: 5000 liter, lempuyang: 5000 liter, jaya kelapa: 18.000 liter. (Jumlah Pemanfaat menyusul)
6. Kab. Mura, Ds. Danau usung: 1200 liter.Total suplai sementara : 74.450 liter. Ded-red









