-
Hukrim

Penjaga SMAN 3 Ditemukan Tak Bernyawa di UKS

207
×

Penjaga SMAN 3 Ditemukan Tak Bernyawa di UKS

Sebarkan artikel ini
TEMUAN-Jenazah AD (37), penjaga keamanan SMAN 3 Palangka Raya, dievakuasi ke Ruang Kamboja RS dr. Doris Sylvanus untuk menjalani pemeriksaan. FOTO POLSEK PAHANDUT
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang penjaga keamanan SMAN 3 Palangka Raya berinisial AD (37) ditemukan meninggal dunia di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) siswa putra, Sabtu (12/9/2026). Hasil pemeriksaan dokter forensik memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 20.30 WIB. Personel bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur ruang UKS, mengenakan kaus hitam dan celana pendek hijau muda,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal, AD sempat berbincang dan minum kopi bersama rekannya sesama petugas keamanan, Hendry (26). Sekitar pukul 04.30 WIB, korban mengeluhkan sesak napas dan nyeri di dada, lalu meminta diambilkan segelas air hangat.

Hendry kemudian berpamitan pulang, sementara korban tetap berada di lingkungan sekolah.

Sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, seorang saksi bernama M Mahyuni (47) sempat melihat korban terbaring di ruang UKS dan mengira sedang tidur. Kecurigaan muncul ketika hingga malam hari sepeda motor korban masih terparkir dan AD tak terlihat beraktivitas seperti biasa.

Pihak sekolah kemudian menghubungi keluarga. Sekitar pukul 19.00 WIB, keluarga bersama pihak sekolah memeriksa ruang UKS dan mendapati korban sudah tidak bernyawa. Bagian kaki korban saat itu terlihat membiru.

Jenazah dievakuasi ke Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani visum luar. Dokter forensik dr. Ricka Brillianty menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Korban diperkirakan telah meninggal lebih dari enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Dari hasil pemeriksaan dokter sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kami masih melakukan pendalaman untuk melengkapi informasi terkait peristiwa tersebut,” kata Iyudi.

Kakak kandung korban mewakili keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kediaman orang tuanya di Jalan Yos Sudarso IX, Palangka Raya. mak/fwa-red

-
-
-