-
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Perkuat Budaya Antigratifikasi-FISIP UPR Bedah Whistleblowing System

121
×

Perkuat Budaya Antigratifikasi-FISIP UPR Bedah Whistleblowing System

Sebarkan artikel ini
ANTIGRATIFIKASI-Suasana Talkshow yang digelar FISIP UPR dengan teman Tolak Gratifikasi, Berani Lapor! Optimalisasi Pengendalian dan Efektivitas WBS. FOTO NOVREL ESA YUBEL
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR) memperkuat komitmen membangun tata kelola kampus yang bersih melalui talkshow bertema Tolak Gratifikasi, Berani Lapor! Optimalisasi Pengendalian dan Efektivitas Whistleblowing System (WBS), Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang digelar secara hybrid di Ruang C3 Gedung FISIP dan melalui Zoom itu diikuti sekitar 320 peserta, mayoritas civitas akademika. Forum tersebut menjadi ruang edukasi mengenai pencegahan gratifikasi sekaligus penguatan sistem pelaporan pelanggaran di lingkungan kampus.

Talkshow dipandu Novrel Esa Yubel, M.H.I., dengan menghadirkan empat narasumber dari kalangan auditor, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Satuan Pengawas Internal (SPI) UPR.

Rony Suhatman, SE, ME, Ak, CA, mengawali diskusi dengan mengulas perbedaan gratifikasi, suap, dan pemerasan, serta menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk di sektor pendidikan.

Sementara itu, Auditor Ahli Pertama Inspektorat Kabupaten Murung Raya, Achmad Fauzi, S.IP., M.A.P., menegaskan keberanian menolak gratifikasi dan melaporkan penyimpangan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi.

Dua narasumber dari SPI UPR, Tatik Zulaika, SE, MSc, CHIS, CIAS, CRO, CIAP, dan Aris Toteles, S.H., M.H., kemudian membedah implementasi WBS di Universitas Palangka Raya, termasuk aspek tata kelola dan tinjauan hukumnya.

Keduanya menekankan bahwa keberhasilan sistem pengawasan internal tidak hanya bergantung pada mekanisme pelaporan, tetapi juga pada partisipasi aktif seluruh civitas akademika dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas kampus.

Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta, baik yang hadir langsung maupun secara daring. Melalui kegiatan tersebut, FISIP UPR berharap budaya antikorupsi semakin mengakar dan melahirkan generasi yang berani menolak gratifikasi serta melaporkan setiap bentuk pelanggaran. tim/fwa-red

 

-
-
-