-
PEMKAB KAPUAS

BNPB Apresiasi Tata Kelola Data Penanganan Karhutla Kapuas

73
×

BNPB Apresiasi Tata Kelola Data Penanganan Karhutla Kapuas

Sebarkan artikel ini
APRESIASI- Tim Pengarah BNPB saat mengunjungi Pusdalops Posko Induk Tim Terpadu Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kapuas. FOTO: ISTIMEWA
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas mendapat perhatian khusus dari tim pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tidak hanya penanganan di lapangan, tata kelola data yang disajikan Posko Induk Karhutla dan Kekeringan Kapuas juga mendapat apresiasi. Penyajian data tersebut dinilai informatif dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung evaluasi penanganan bencana.

Apresiasi itu disampaikan Prof Dirwansyah dan Prof Ivan Elisabeth saat mengunjungi Pusdalops Posko Induk Tim Terpadu Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kapuas, Senin (5/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas sekaligus Ketua Harian Penanganan Darurat Karhutla dan Kekeringan, Pangeran S Pandiangan, memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla. Paparan meliputi luas wilayah terdampak, sebaran kejadian, kekuatan personel, peralatan dan logistik, hingga dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Prof Dirwansyah menilai penyajian data tersebut telah memenuhi kebutuhan evaluasi penanganan bencana secara menyeluruh. Menurutnya, seluruh kegiatan penanganan bencana harus didukung data faktual agar dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya.

“Seluruh kegiatan penanganan bencana seharusnya tersaji dalam data faktual sebagaimana di Kabupaten Kapuas ini. Data tersebut sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi komprehensif untuk langkah-langkah ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Ivan Elisabeth menyoroti keterhubungan data kesehatan, khususnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menurutnya, data dari sembilan posko dan seluruh puskesmas di kecamatan telah terkoordinasi dengan baik sehingga dapat mendukung pemantauan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

“Paparan ini sangat inovatif. Terkait dampak kesehatan, khususnya kasus ISPA, sudah terkoordinasi dan terkoneksi dengan baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti penderita stunting, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) yang turut terdampak karhutla dan kabut asap.

Kalaksa BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan menyambut positif kunjungan dan arahan dari tim BNPB. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan karhutla yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Brimob, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan.

“Sinergi seluruh unsur sangat dibutuhkan karena kondisi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala,” tegas Pangeran.

Ia menjelaskan, pemadaman melalui jalur darat masih menjadi andalan dalam penanganan karhutla. Sementara itu, kabut asap yang mengganggu jarak pandang menjadi kendala dalam penanganan melalui udara.

Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum menghasilkan hujan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas. Akses menuju sejumlah titik karhutla di kawasan terpencil, terutama lahan gambut dan wilayah perbatasan, juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Karena itu, perpanjangan pelaksanaan OMC diharapkan dapat membantu penanganan karhutla sekaligus mempercepat upaya pemadaman di wilayah Kapuas. hr/gie-red

-
-
-