-
Spirit Kalteng

Total Terbakar 16.074,66 Hektare, 3 Kabupaten Titik Merah Terparah Karhutla Kalteng

195
×

Total Terbakar 16.074,66 Hektare, 3 Kabupaten Titik Merah Terparah Karhutla Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO ISTIMEWA AI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengintensifkan langkah penanganan darurat menyusul tingginya akumulasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai kabupaten/kota.
Berdasarkan data pemantauan terhitung sejak 1 Januari hingga 4 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 4.948 kejadian Karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 16.074,66 hektare di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.
Kepala BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengungkapkan, pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan secara maksimal, baik melalui satgas darat maupun udara, untuk menekan angka kebakaran serta meminimalisir dampak buruk kabut asap demi mewujudkan komitmen “Bersama Wujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026”.
“Kami mencatat akumulasi titik hotspot sepanjang awal tahun hingga awal Oktober ini telah menyentuh angka 244.745 titik dengan sebaran kejadian karhutla seluas lebih dari 16 ribu hektar. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dan pengerahan personel gabungan sebanyak 13.699 orang terus dioptimalkan di lapangan untuk melakukan pemadaman secara cepat,” ujar Ahmad Toyib saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Toyib merinci, dari total keseluruhan wilayah di Kalteng, beberapa daerah menduduki catatan kejadian karhutla dan luasan tertinggi. Kabupaten Kapuas mencatatkan jumlah hotspot tertinggi yakni sebanyak 34.689 titik dengan 460 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 1.610 hektare. Disusul pula oleh Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 40.583 hotspot (975 kejadian, seluas 3.024 hektare), serta Kabupaten Pulang Pisau dengan 46.792 hotspot (237 kejadian, seluas 2.183 hektare).
Selain penanganan langsung di titik api, pemerintah daerah juga menggerakkan upaya penegakan hukum sebanyak 46 kasus. Satgas udara juga turut diperkuat dengan menyiagakan 7 unit helikopter dan 2 unit pesawat patroli/OMC guna memantau serta melakukan pengeboman air (water bombing) pada area yang sulit dijangkau satgas darat.
Di samping ancaman langsung terhadap lahan, dampak kesehatan warga turut menjadi perhatian serius. Berdasarkan data kumulatif penanganan kesehatan di posko daerah, tercatat sebanyak 107.606 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta 25.701 kasus diare yang dilaporkan di tengah masyarakat. Guna mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 223 sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta didirikannya 169 lokasi rumah oksigen bagi warga terdampak.
“Kami tidak bekerja sendiri. Dukungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta instansi vertikal lainnya sangat vital. Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tinggi dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegas Toyib.ldw/ded-red

-
-
-