-
Hukrim

Saat Mau Tidur, Mendadak Menhut Raja Juli Didemo Pemuda Palangka Raya

206
×

Saat Mau Tidur, Mendadak Menhut Raja Juli Didemo Pemuda Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
AKSI PROTES-Puluhan pemuda menyampaikan aspirasi di depan hotel tempat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bermalam, saat kunjungan untuk melihat situasi karhutla di Kalteng.FOTO TABENGAN/ADE
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kemarahan terhadap kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung berakhir di Kalimantan Tengah (Kalteng) memuncak. Puluhan pemuda mendatangi Swiss-Belhotel Palangka Raya, untuk menyampaikan protes kepada Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni, yang dikabarkan menginap di hotel tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kalteng, Senin (12/10/2026) malam.

Aksi spontan itu menjadi luapan kekecewaan masyarakat terhadap penanganan karhutla yang dinilai belum menunjukkan hasil konkret. Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, massa menuntut pemerintah pusat mengambil langkah nyata agar bencana tersebut tidak terus membebani masyarakat.

Para demonstran menilai persoalan karhutla bukan sekadar urusan kebakaran lahan, melainkan ancaman serius terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan warga. Mereka mempertanyakan efektivitas langkah pemerintah, terlebih ketika kebakaran dan kabut asap kembali menjadi persoalan yang harus dihadapi masyarakat Kalteng.

Dalam orasinya, salah seorang perwakilan pemuda bernama Aris melontarkan kritik keras terhadap kinerja Menteri Kehutanan. Ia menilai kedatangan Raja Juli Antoni ke Kalteng berulang kali belum diikuti perubahan signifikan dalam penanganan karhutla.

“Kalau tidak bisa jadi Menteri, mending mengundurkan diri saja dari Menteri Kehutanan,” kata Aris di tengah aksi.

Aris menegaskan, masyarakat membutuhkan tindakan konkret, bukan sekadar kunjungan pejabat ke daerah yang berulang kali dilanda kebakaran hutan dan lahan. Menurut dia, pemerintah pusat harus menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga.

“Hari ini kami nyatakan bahwasanya Raja Juli Menteri Kehutanan gagal menjadi Menteri,” tegasnya.

Ia juga meminta agar posisi Menteri Kehutanan diserahkan kepada sosok yang dinilai mampu mengambil langkah lebih tegas. Desakan itu, menurut Aris, muncul karena kondisi masyarakat Kalteng saat ini masih dibayangi persoalan karhutla dan kabut asap.

“Maka dari itu kami sampaikan kepada Menteri Kehutanan, kalau tidak bisa menjadi Menteri Kehutanan lebih baik mundur, digantikan orang lain yang lebih baik dan lebih tegas. Apalagi situasi masyarakat Kalteng saat ini tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kalteng lainnya, Afan, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke hotel tersebut dilatarbelakangi informasi mengenai keberadaan Menteri Kehutanan. Mereka sengaja mendatangi lokasi itu untuk menyampaikan aspirasi terkait kebakaran hutan yang terjadi di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya.

Afan mengatakan, aksi tersebut dilakukan secara spontan setelah mereka memperoleh informasi bahwa Raja Juli Antoni menginap di hotel tersebut. Ia menyebut kekecewaan masyarakat menjadi alasan utama mereka memilih menyampaikan protes secara langsung.

Meski berlangsung spontan, massa menyatakan tidak menutup kemungkinan kembali mendatangi lokasi keberadaan Menteri Kehutanan untuk menyampaikan tuntutan mereka. Afan mengatakan pihaknya akan mencari informasi mengenai agenda Raja Juli Antoni berikutnya agar aspirasi masyarakat dapat kembali disampaikan secara langsung.

“Kami besok mungkin cari informasi lagi beliau ke mana, akan kami kunjungi lagi beliau untuk menyampaikan aspirasi yang ada. Karena ini dadakan, tidak ada mengumpulkan massa, kami sadar untuk menyampaikan permasalahan yang ada,” pungkasnya. mak/fwa-red

 

-
-
-