-
PEMPROV KALTENG

ISTIGHOSAH DI HARI SANTRI 2026-Gubernur dan Ribuan Jemaah Panjatkan Doa agar Kalteng Diguyur Hujan

176
×

ISTIGHOSAH DI HARI SANTRI 2026-Gubernur dan Ribuan Jemaah Panjatkan Doa agar Kalteng Diguyur Hujan

Sebarkan artikel ini
ISTIGHOSAH DI HARI SANTRI-Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo hadir di tengah ribuan masyarakat, tokoh agama, santri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti rangkaian istighosah dan doa bersama. FOTO TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2026 diisi dengan kegiatan istighosah dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut segera berakhir. Kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 orang itu berlangsung khusyuk di Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026) pagi.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo hadir di tengah ribuan masyarakat, tokoh agama, santri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti rangkaian istighosah dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama dalam menghadapi ancaman karhutla yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan istighosah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta berdoa agar bencana karhutla segera berakhir.

“Melalui istighosah ini, mari kita tundukkan hati, memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT, agar bencana karhutla segera diangkat dari Bumi Tambun Bungai,” tutur Agustiar.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng bersama berbagai unsur terkait terus berupaya menangani karhutla melalui langkah-langkah nyata di lapangan. Upaya pemadaman dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk jajaran TNI/Polri, relawan, dan masyarakat.

Menurut Agustiar, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh elemen, mengingat dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI/Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras membantu penanganan karhutla,” ucapnya.

Meski berbagai upaya penanganan terus dilakukan, Gubernur menyampaikan bahwa ikhtiar lahiriah perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan munajat kepada Allah SWT. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kebakaran dapat dipadamkan dan masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.

“Semoga hujan segera turun, api segera padam, kabut asap menghilang, dan masyarakat Kalteng kembali dapat beraktivitas dengan aman dan sehat,” harap Agustiar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalteng Muhammad Yusi Abdhian dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan istighosah dan doa bersama tersebut diikuti lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan.

Peserta terdiri atas ustaz dan santri pondok pesantren, ustaz dan ustazah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Taman Kanak-Kanak (TK), imam dan marbot masjid, serta ASN. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan kebersamaan masyarakat dalam memanjatkan doa agar Kalteng segera terbebas dari ancaman karhutla.

Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalteng K.H. Chairudin Halim. Dengan suasana khusyuk, kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan istighosah dan selawat, serta ditutup dengan doa istighosah untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Momentum peringatan Hari Santri tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial kepada masyarakat yang terdampak karhutla.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Kalteng turut menyerahkan bantuan pangan kepada sejumlah kelompok masyarakat yang terdampak maupun yang membutuhkan dukungan di tengah situasi karhutla. Penerima bantuan antara lain marbot masjid, pemuka agama, ustaz dan ustazah TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru PAUD/TK, serta pengurus panti asuhan.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat Kalteng.

Peringatan Hari Santri Tahun 2026 di Kalteng pun menjadi momentum untuk meneguhkan nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui perpaduan upaya penanganan di lapangan, doa bersama, dan bantuan sosial, pemerintah bersama masyarakat berharap ancaman karhutla segera berakhir, hujan segera turun, serta kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat kembali pulih. ldw/ded-red

 

-
-
-