-
Hukrim

Gubernur Agustiar, Pangdam dan Kapolda Pantau Langsung Kondisi  Korban Selamat dan Meninggal Dunia Kecelakaan Helikopter MI-17 di Seruyan

56
×

Gubernur Agustiar, Pangdam dan Kapolda Pantau Langsung Kondisi  Korban Selamat dan Meninggal Dunia Kecelakaan Helikopter MI-17 di Seruyan

Sebarkan artikel ini
-

Gubernur Agustiar, Pangdam dan Kapolda Pantau Langsung Kondisi  Korban Selamat dan Meninggal Dunia Kecelakaan Helikopter MI-17 di Seruyan

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID– Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, meninjau penanganan kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang mengalami insiden saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing di wilayah Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026). 2 Meninggal Dunia, 5 petugas luka-luka dan 1 masih dalam pencarian.

Dalam keterangannya, Gubernur  Agustiar menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa kru helikopter tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada korban yang meninggal dunia serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Semoga almarhum diterima di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Amin,” ujar Agustiar.

Penanganan kecelakaan tersebut turut melibatkan unsur TNI dan Polri. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menjelaskan, helikopter MI-17 tersebut membawa delapan orang kru ketika mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, tim gabungan terus melakukan upaya penyelamatan terhadap seluruh personel yang berada di dalam helikopter.

“Memang ada kru-nya delapan orang, satu ini masih dalam pencarian,” jelas Zainul.

Ia berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar sehingga seluruh kru bisa segera ditemukan dan mendapatkan penanganan.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan bahwa kepolisian turut mendukung proses penyelamatan dan evakuasi korban bersama unsur terkait.

“Kami akan membantu dalam upaya evakuasi maupun pertolongan,” tegas Iwan.

Kecelakaan helikopter tersebut terjadi saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Upaya evakuasi menjadi perhatian utama seluruh unsur yang terlibat, sementara perkembangan kondisi kru terus dikoordinasikan oleh tim penanganan di lapangan.zul/jsi-red

 

-
-
-