Pemindahan Ibu Kota, Pemprov Diminta Rapat Besar Bersama Masyarakat

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Tokoh masyarakat Kalteng Sabran Ahmad turut angkat bicara terkait rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan. Tokoh Dayak satu ini tak bisa menyimpan kekecewaannya karena Kalimantan Timur (Kaltim) disebut-sebut sebagai ibu kota baru pengganti Jakarta. Kaltim dipilih tak lepas dari aktifnya pemerintah dan masyarakat setempat.

Sabran menyarankan, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan harusnya direspons aktif oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Pemprov diharapkan segera membut gerakan besar dalam menyambut rencana pemindahan itu. Caranya, undang tokoh-tokoh di Kalteng melakukan rapat besar dalam hal penyampaian rencana pemindahan ibu kota ke Kalteng.

Rapat besar itu, kata Sabran, meminta respons masyarakat akan rencana pemindahan ibu kota ke Kalteng, apakah menerima atau tidak. Apabila menerima, menjadi catatan penting untuk kemudian dicatat, dan diimbau kepada masyarakat bersiap menerima pemindahan ibu kota ke Kalteng.

“Tidak hanya menyampaikan kepada masyarakat, harapan saya ada bukti nyata yang dibuat sebagai keseriusan menerima pemindahan ibu kota tersebut. Sebagai contoh, buatkan desain ibu kota negara di Kalteng yang sesuai dengan khazanah dan budaya Kalteng, sehingga mampu memancing keseriusan pemerintah pusat, membangun ibu kota yang baru di Kalteng,” kata Sabran di Palangka Raya, Jumat (23/8).

Permasalahan terbesar, ungkap Sabran, Kalteng tidak siap dalam menyambut rencana pemindahan itu. Kesiapan harusnya diwujudkan dalam bentuk nyata, berupa maket rencana ibu kota yang baru. Penempatan lokasi kantor pemerintahan dan segala macamnya tersusun dengan rapi.

Menurutnya, Kalteng memiliki begitu banyak orang cerdas dan pintar, yang dapat dirangkul untuk duduk bersama dalam membahas dan mempersiapkan kebutuhan pemindahan itu nantinya.

“Buatkan gambar, buatkan maket, buatkan narasi, umumkan kepada masyarakat, dan terakhir bentuk tim yang khusus menangani masalah pemindahan ibu kota ini. Apabila ini berjalan dengan baik, diyakini ibu kota yang baru ada di Kalteng, bukan di Kaltim,” ujar Sabran.

Negara-negara besar di dunia saat melakukan pemindahan ibu kota, lanjutnya, yang dilakukan hanya sebatas menyampaikan kepada masyarakat selama bertahun-tahun, seraya mempersiapkan segala sesuatunya. ded