PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Kalimantan Tengah kembali diharumkan di tingkat nasional. Bertajuk kompetisi Festival Sains dan Budaya, Kalteng menghantarkan 2 wakilnya dalam salah satu kompetisi festival tersebut, yakni Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (Osebi). Nathasya Pramudya Wijayanto (13), salah satu wakil Kalteng dalam Osebi Tingkat Nasional.
Dari 34 provinsi yang mendapatkan undangan untuk ikut dalam Osebi, Tasya sapaan akrab Nathasya Pramudya Wijayanto, mampu masuk 10 besar, untuk kemudian berkompetisi dalam grand final di Tangerang Selatan.
Tasya mampu memberikan performance terbaik saat final seni berupa olah vokal, dan mampu memberikan hasil positif saat ujian Bahasa Indonesia. Hasilnya, 10 peserta yang bertanding dalam Osebi, Tasya berhak atas medali perunggu.
Evy Widayanti, orang tua Tasya menceritakan, keikutsertaan Tasya dalam Osebi berawal dari informasi yang diberikan oleh pihak sekolah. Sekolah hanya menyampaikan, ada lomba Osebi di mana semuanya harus menggunakan dana pribadi. Komunikasi dilakukan dan atas persetujuan bersama maka Tasya ikut dalam Osebi. Pendaftaran dilakukan secara daring, setiap peserta mengirimkan video lagu orisinal di channel Youtube pada Oktober 2019 lalu.
Evy melanjutkan, video yang dibuat itu membawakan 2 buah lagu, yakni lagu daerah Malauk Manjala dan lagu pilihan Harmoni Cinta. Hasil seleksi baru diumumkan pada 20 Desember 2019, dan Tasya dinyatakan lolos seleksi untuk kemudian dapat ikut serta pada grand final. Tasya ikut dalam lomba Osebi untuk kategori anak usia 8-13 tahun.
“Bagi orang tua, tentu apa yang ditorehkan Tasya merupakan sebuah kebanggaan. Tidak saja membanggakan orang tua, tapi juga membawa kehormatan bagi Kalteng sendiri. Perjuangan dan kerja keras Tasya membuahkan prestasi yang membanggakan. Di tengah kondisi Tasya yang sempat sakit saat akan menghadapi tes kedua, yakni ujian Bahasa Indonesia,” kata Evy, saat menyampaikan prestasi yang ditorehkan putrinya, di Palangka Raya, Kamis (27/2).
Dikatakan, tahapan yang dilalui Tasya memang cukup panjang, demi mempersiapkan diri tampil dalam Osebi. Mulai dari latihan oleh vokal, latihan koreografi, sampai pada persiapan kostum yang akan digunakan pada saat gran final nanti. Tasya tampil pada lomba Osebi sejak 21-23 Februari 2020. 21 Februari diawali dengan tes vokal, dilanjutkan pada 22 Februari tes Bahasa Indonesia, dan terakhir 23 Februari pengumuman hasil pemenang lomba.
Sementara itu, Tasya sendiri mengaku grogi dan tidak percaya diri saat akan tampil dalam ajang Osebi. Bermodal hasil latihan, dan motivasi kuat dari keluarga dan kerabat hingga akhirnya mampu memberikan penampilan yang terbaik. Bersaing dengan utusan dari daerah lain, dengan kualitas yang mumpuni, tentunya menjadi pemicu untuk mampu bersaing.
“Semua itu tidak lepas dari kuasa Tuhan tentunya. Hanya dengan menyanyikan puji-pujian di dalam hati, mampu membuat rasa grogi dan tidak percaya diri menjadi hilang. Akhirnya, mampu memberikan penampilan terbaik sesuai dengan apa yang diharapkan, dan hasil latihan yang sudah dilakukan,” kata Tasya singkat.
Terpisah, sosok koreografer di balik suksesnya penampilan Tasya dalam ajang Osebi, Benny Marajaki Tundan, mengatakan, ada cukup banyak tahapan yang dilakukan untuk mempersiapkan Tasya. Paling sulit adalah membangkitkan dan membangun spirit dalam diri Tasya itu sendiri. Sisanya berjalan mengalir saja dan menyesuaikan dengan kondisi Tasya sendiri. ded





