-
Spirit Kalteng

Waspada Corona, Karyawan dan Pengunjung RS Siloam Di-screening

38
×

Waspada Corona, Karyawan dan Pengunjung RS Siloam Di-screening

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Kewaspadaan dilakukan setiap pelayanan kesehatan dalam mencegah penularan virus Corona (Covid-19). Rumah Sakit Siloam Palangka Raya melakukan screening atau pemeriksaan suhu tubuh untuk dapat memastikan setiap orang yang masuk ke RS dalam kondisi sehat, atau tidak ada gelaja-gejala Corona. Tidak saja dilakukan pemeriksaan, tapi juga dilakukan assessment.

Chief Operating Officer RS Siloam dr Kevin Chrisanta B menjelaskan, RS Siloam sendiri merupakan bagian dari Siloam Hospital Grup (SHG). Sebelum virus Corona masuk ke Indonesia, SHG sudah memberlakukan status kewaspadaan tingkat 3, pasien ataupun pengunjung yang datang ke RS dilakukan screening di dalam RS. Kasus yang sudah masuk ke Indonesia, membuat SHG meningkatkan statusnya dari tingkat 3 ke tingkat 2.

Perbedaannya, kata dr Kevin, screening tidak dilakukan di dalam RS, tapi dilakukan di luar pintu RS, atau dilakukan limitasi akses masuk. Setiap hasil screening yang dicurigai masuk dala kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak diizinkan untuk masuk dalam gedung RS, namun akan dilakukan pengkajian lebih jauh di area RS yang sudah ditentukan untuk mencegah potensi penularan.

“Kemenkes mengeluarkan kriteria pertama PDP yang terdapat gejala demam, gejala saluran pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, dan gejala pnemonia atau sesak napas, dengan riwayat perjalanan atau kontak dengan orang-orang yang dicurigai. Sementara untuk ODP, mirip seperti PDP, tapi tidak terdapat gejalan pnemonia,” kata dr Kevin, saat menjelaskan kewaspadaan RS Siloam dalam mencegah penularan virus Corona, Kamis (5/3), di Palangka Raya.

RS Siloam Palangka Raya sendiri, lanjut dr Kevin, memang melakukan antisipasi bagi petugas yang bertanggung jawab melakukan screening, minimal menggunakan masker dan melakukan praktik kebersihan tangan. Ada pasien yang mungkin tidak terlalu memedulikan keadaan diri pribadi. Saat datang dan mungkin batuk, namun petugas sudah melindungi diri dengan menggunakan masker.

RS Silaom, lanjut dr Kevin, apabila memang menemukan adanya dugaan orang masuk dalam kategori PDP ataupun ODP, akan langsung diarahkan ke RS rujukan. Mengingat standar untuk masalah virus Corona RS Siloam tidak bisa menangani sendiri.

Kevin mengungkapkan, masyarakat diminta tidak panik dengan kasus virus Corona ini. Jangan sampai dampaknya membuat oknum melakukan penimbunan masker, hal ini sangat tidak diinginkan. Terlebih RS sebagai wadah untuk memberikan pelayanan kesehatan saat ini juga kekurangan masker.

Pencegahan sendiri, ungkap Kevin, ada langkah sederhana yang dapat dilakukan, minimal menjaga kebersihan diri, salah satunya rajin untuk cuci tangan. Lingkup yang lebih luas, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menerapkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Langkah ini lebih dari cukup jika dilakukan dengan konsisten, untuk dapat mencegah penularan virus Corona.ded

-
-
-