SAMPIT/tabengan.co.id – Ditetapkannya Kota Palangka Raya masuk dalam zona merah penyebaran virus Corona (Covid-19), membuat sejumlah warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) khawatir bepergian ke Ibu Kota Provinsi Kalteng.
Seperti yang diungkapkan Santi (34), warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Ia mengurungkan niat bepergian ke Palangka Raya setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai zona merah.
“Padahal saya ada beberapa keperluan ke sana, tapi saya batalkan setelah mendengar informasi tersebut,” katanya, Minggu (22/3).
Selain itu, Santi juga mengungsikan beberapa keluarganya yang berada di Palangka Raya untuk tinggal di Sampit dalam beberapa waktu. Sebab, ia khawatir terjadi penyebaran virus Corona lantaran keberadaan 2 warga Palangka Raya yang dinyatakan positif.
“Sementara waktu, kakak dan keponakan saya mengungsi ke Sampit sampai ada kabar baik di sana, ” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengungkapkan, hingga saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kotim terjadi peningkatan. Sejak 17 Maret terdata sebanyak 11 orang, kemudian 18 Maret naik menjadi 23 orang, 19 Maret naik lagi menjadi 28 orang. Pada 20 Maret 33 orang dan 21 Maret 36 orang. Warga yang masuk dalam kategori ODP merupakan warga yang baru saja datang dari luar negeri.
“Untuk 22 Maret, data ODP masih tetap. Sementara untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) kita masih rapat. Tunggu keputusan karena kita masih menunggu hasil laboratorium dan lainnya,” ujarnya, Minggu.
Menurut Faisal, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap semua ODP tersebut. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa tempat fasilitas umum di wilayah Kotim.
Brimob Semprot Disinfektan
Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Tim Teknisi Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalteng melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah tempat, seperti sarana publik, tempat ibadah, pasar, kantor kepolisian, dan lainnya di Kota Palangka Raya.
Pada Minggu (22/3), sejumlah personel Tim Gegana melakukan penyemprotan di tiga lokasi, yaitu Gereja Katedral, Polsek Pahandut, dan Pos Polantas Bundaran Besar.
Menurut pimpinan regu, Bripka Robert H Sampul, penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Kegiatan penyemprotan akan berlangsung hingga 7 April 2020 mendatang.
“Hari ini (Minggu) kita melakukan penyemprotan di tiga tempat yaitu Gereja Katedral, Polsek Pahandut, dan Pos Polantas Bundaran Besar. Rencananya besok (Senin) akan dilakukan penyemprotan di kawasan Pasar Kahayan,” kata Robert.
Pantauan Tabengan di Pos Polantas Bundaran Besar, para petugas Unit Gegana melakukan penyemprotan cairan disinfektan tak hanya di ruangan piket, tapi juga ke bagian luar seperti halaman depan dan samping, termasuk kantin. Bahkan mobil dan motor patroli juga tak luput dari penyemprotan. c-may/gie











