Hukrim

Birahi Meningkat, Kekeh Setubuhi Ponakan Sendiri  

23
×

Birahi Meningkat, Kekeh Setubuhi Ponakan Sendiri  

Sebarkan artikel ini
MENYERAHKAN DIRI - Rud alias Kekeh (20) warga Desa Lamunti RT.04 Kecamatan Mantangai, ketika diamankan petugas. ISTIMEWA

KUALA KAPUAS/tabengan.co.id – Bejat memang apa yang dilakukan oleh Rud alias Kekeh (20) warga Desa Lamunti RT.04 Kecamatan Mantangai. Bagaimana tidak, karena tidak bisa menahan nafsu birahinya, dia nekat setubuhi Bunga (nama rekaan) yang masih berusia 11 tahun dan tergolong keponakannya.

Peristiwa pencabulan ini terjadi pada Selasa (24/11/2020)  sekitar pukul 18.00 WIB. Bermula ketika pelaku yang sedang berada di teras rumah melihat korban dan temaan-temanya yang sedang bermain, dan entah setan apa yang terselip dipikiranya, kemudian pelaku memanggil korban agar menyuruhnya masuk ke dalama rumah.

Karena masih ada hubungan keluarga, korban mengikuti permintaan pelaku, namun baru saja masuk ke dalam rumah pelaku langsung menutup pintu rumah dan membekap mulut korban. korban berusaha meronta dan menolak pelaku, namun  pelaku berusaha membujuk dengan mengiming-imingi korban dengan uang yang selanjunya berhasil melepaskan seluruh pakaian korban lalu menyetubuhinya.

Usia disetubuhi, kemudian pelaku menyuruh korban untuk pulang, karena merasa sakit pada kemaluanya yang mengalami pendarahan, korban lalu menceritakan kepada orang tuanya apa yang telah diperbuat pelaku kepada dirinya, tidak terima, orangtua korban melapor ke Mapolres Kapuas.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti  melalui Kasatreskrim AKP Kristanto S, membenarkan, pihakn ya menerima laporan tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur sebagaimana di maksud dalam Pasal 81 Ayat (1) KUHPidana.

“Untuk saat ini pelaku serta barang bukti sudah kita amankan, yaitu dengan menyerahkan diri ke Polres Kapuas pada  Minggu (29/11) sekitar pukul 23.00 WIB, yang selanjutnya akan kita proses hukum lebih lanjut,” katanya.c-yul

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *