Pelaku Seni Galang Dana Bantu Korban Banjir

TABENGAN/DEDY SENI BUDAYA- Para penari menampilkan sejumlah tarian hasil kreasi pada pagelaran seni budaya Kalteng yang dilaksanakan UPT Taman Budaya Kalteng, di Palangka Raya, Jumat (12/11).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM  – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui UPT Taman Budaya Kalteng, kembali menggelar seni budaya tahun 2021. Apa yang dilakukan ini, lanjutan dari kegiatan seni yang sudah dilakukan sebelumnya. Ini semata bentuk pembinaan, pengembangan dan pelestarian yang dilakukan pemerintah kepada para pelaku seni yang ada di Kalteng.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan yang diwakili Kepala UPT Taman Budaya Suraji mengatakan, terdapat 17 komunitas seni yang tampil dalam gelaran seni budaya kali ini. Jumlah ini lebih banyak dari sebelumnya, hanya 10 penampilan.

Penampilan para pelaku seni dilakukan dengan 2 metode, daring dan luring. Khusus bagi yang luring, penampilan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Suraji menegaskan, hasil dari pagelaran ini dalam upaya pembinaan terhadap seluruh sanggar, komunitas, ataupun paguyuban yang ada di Kalteng. Pagelaran ini juga memberikan motivasi kepada para pegiat atau pelaku seni untuk terus mengembangkan seni budaya yang ada di Kalteng. Agenda rutin gelar seni budaya ini untuk mewujudkan kebersamaan terhadap sesama pelaku seni.

“Sekarang ini masih kondisi pandemi Covid-19, pada kesempatan itu pula pelaku seni melakukan penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara yang sedang mengalami musibah bencana (banjir). Hasil penggalangan dana senilai Rp89 juta lebih, sudah disalurkan berupa bahan pokok untuk 3 desa yang ada di Kabupaten Katingan,” kata Suraji, saat membuka kegiatan gelar seni budaya 2021, di Palangka Raya, Jumat (12/11).

Suraji menambahkan, penyelenggaraan gelar seni budaya ini tetap menerapkan protokol kesehatan ketat seperti menjaga jarak, memakai masker dan menyediakan fasilitas mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

Tujuannya untuk menghindari bahaya Covid-19. Pandemi walaupun tidak semua dapat bertemu langsung, tapi semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan kreatif dan terlaksana dengan baik melalui luring dan daring.

“Kami pandang sebagai upaya kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kesadaran bahwa Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Ini merupakan urusan kita bersama, kepentingan memelihara kesehatan diri dan lingkungan adalah upaya bersama. Gelar seni budaya ini sekaligus menjadi momentum mewujudkan gotong royong dalam aksi nyata. Kita semua dapat bersikap bijak dan berbuat bijak dengan saling menguatkan,” katanya. ded