*Ditemukan di Areal Perkebunan Sawit PT SGM
TAMIANG LAYANG/tabengan.co.id – Para buruh yang tinggal di Afdeling 4 perkebunan sawit PT SGM Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), gempar atas penemuan sesosok mayat tergeletak bersimbah darah. Dari informasi yang didapat, korban bernama Berto Nadi (40), warga Desa Kanris, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan PT SGM dan juga aktif sebagai anggota Ormas yang menjabat sebagai bendahara TBBR Kabupaten Barito Timur.
Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Jumat (4/2), mengatakan polisi sudah melakukan tindakan pertama pada kejadian berupa pengamanan tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP tersebut, aparat kepolisian mengabil dokumentasi, mencatat saksi, dan membawa korban ke rumah sakit.
Kuat dugaan, tewasnya korban akibat tindak pidana (TP ). Namun dugaan itu perlu disertai fakta yang didukung oleh alat bukti yang sah. “Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari alat-alat bukti yang diperlukan,” kata Kapolres. Kasat Reskrim Polres Bartim Ecky Widi Prawira menambahkan, pihaknya akan melakukan olah TKP ulang terkait penemuan mayat di perkebunan sawit PT SGM.
Adapun korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di leher pada Kamis (3/2) malam. “Tadi siang kita lakukan olah TKP ulang, karena malam tadi tidak maksimal,” katanya kepada awak media. Saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi terkait penemuan mayat tersebut.
Terkait adanya luka di leher, masih belum bisa memastikan korban tewas dibunuh, hal itu dikarenakan masih dalam proses penyelidikan. Diduga kasus tersebut mengarah pada pembunuhan. “Tapi kita belum bisa dipastikan lagi karena kami masih melakukan penyelidikan. Kalau sudah ada hasilnya nanti disampaikan lagi,” imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun, korban merupakan anggota TBBR DPC Bartim yang juga bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit tersebut.
Sementara itu, Ketua TBBR Kabupaten Barito Timur Marianus atau biasa disapa Angkuk, saat dikonfirmasi membenarkan korban yang meninggal itu adalah anggotanya. “Kita belum tahu motif dari kejadian tersebut. Hari ini kami dari TBBR akan menanyakan ke pihak Polres Barito Timur,” kata Marianus. c-yus











