Ekobis

BI Imbau Warga Kalteng Waspadai Uang Palsu

37
×

BI Imbau Warga Kalteng Waspadai Uang Palsu

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalteng Yura A Djalins

PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalteng Yura A Djalins mengimbau masyarakat setempat untuk mewaspadai peredaran uang palsu, saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Yura menjelaskan beberapa langkah antisipasi bagi masyarakat untuk mencegah peredaran uang palsu.
Disebutkan pria yang akrab dipanggil Bang Yura tersebut, Bank Indonesia sedang menjalankan program CBP Rupiah, yakni mengajak masyarakat dapat mencintai, bangga, dan memahami rupiah.
Dalam program tersebut juga disampaikan cara mengenali keaslian uang rupiah, melalui 3D (dilihat, diraba dan diterawang).
“Apabila masyarakat meragukan keaslian uang rupiah yang sudah dimiliki/diterima, dapat ditanyakan kepada bank umum, untuk diteruskan kepada Bank Indonesia dan dilakukan penelitian. Jangan kemudian menggunakan uang yang diragukan keasliannya tersebut untuk berbelanja/bertransaksi,” ujarnya, Kamis (31/3).
Selanjutnya, yang perlu dilakukan masyarakat saat bertransaksi adalah memeriksa uang rupiah yang diterima, dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang. Sebab pada setiap uang rupiah terdapat unsur pengaman untuk mengidentifikasi keaslian uang rupiah.
“Dilihat warna uang tersebut apakah jelas, terang, dan terdapat benang pengaman. Selanjutnya apabila masih ragu, raba uang tersebut, uang asli akan terasa kasar apabila diraba pada gambar Garuda Pancasila, tulisan NKRI serta gambar utama. Bagian yang bisa diraba adalah kode tuna netra,” sambung Yura.
Teknik terakhir yang bisa digunakan, yakni diterawang, terutama bagian yang berwarna putih untuk melihat tanda air dan gambar saling isi.
Yura juga mengungkapkan, pada tahun 2021 lalu, peredaran uang palsu di Kalteng alami penurunan. Salah satu faktor, karena masivnya sistem pembayaran QRIS.
Disebutkannya, salah satu keuntungan penggunaan uang elektronik melalui mekanisme QRIS, masyarakat akan terhindar dari uang palsu. Karena seluruh pencatatan dan kepemilikan uang rupiah pada akun/rekening uang elektronik tersebut tersimpan oleh Penyedia Jasa Sistem Pembayaran.
“Berdasarkan data yang ada, wilayah Kalteng relatif sedikit ditemukannya uang palsu, sampai dengan TW-1 2022, ditemukan 7 lembar. Apabila penggunaan QRIS digunakan secara optimal, maka masyarakat akan terhindar dari potensi menerima uang palsu dibandingkan apabila masih menggunakan transaksi secara tunai,” kata Yura.dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *