*Tidak Ada Adegan Menusuk dan Bacok Korban
PALANGKA RAYA – Rekonstruksi pembunuhan Sarwani alias Anang, pemilik Vape Joe di Jalan dr Murjani Palangka Raya, digelar Satreskrim Polresta Palangka Raya, Selasa (12/4) siang. Dalam reka adegan tersebut, enam tersangka dihadirkan untuk reka ulang adegan pembunuhan yang sempat menggegerkan Kota Palangka Raya ini.
Diagendakan memiliki 24 adegan, sejumlah perubahan terjadi dalam rekonstruksi yang dipantau secara langsung Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa dan Kasat Reskrim Kompol Ronny M Nababan.
Enam dari delapan tersangka yang berhasil ditangkap petugas, yakni Yanto alias Anto, Murdani alias Mumur, Taufik alias Upik, Amat, Aditya Dwi Trisna alias Bagong dan Sutrisno alias Lacuk, membantah adanya adegan penusukan dan pembacokan kepada Sarwani alias Anang. Pembunuhan diklaim disebabkan tembakan dari senjata air softgun milik tersangka Yanto alias Anto.
Rekonstruksi dimulai pada Jumat (4/3/2022) ketika tersangka Yanto alias Anto menghubungi korban Sarwani menanyakan tentang pembayaran hutang sebesar Rp32.000.000. Pada hari itu pula Yanto menghubungi Udin (DPO) guna mengajak ke toko korban keesokan harinya.
Pada Sabtu (5/3/2022), Yanto berangkat dari tempat ibunya di Jalan Riau menuju ke Ponton untuk mengambil senapan angin PCP. Di Ponton Yanto bertemu Bagong dan menyuruhnya membawa tas berisikan senapan angin dan pulang.
Sewaktu pulang, Yanto bertemu dengan Murdani dan mengajak tersangka lain Udin, Ali (DPO) dan Bagong. Sebelum berangkat ke toko korban, Murdani meminta Taupik untuk melihat toko korban di Jalan dr Murjani bersama Amat.
Adegan pun berlanjut ketika Yanto, Bagong, Murdani, Udin dan Ali tiba di toko korban menggunakan mobil Honda Brio. Lima tersangka lalu masuk menuju lantai atas melalui toko sebelah yang terhubung ke toko korban.
Di sana Bagong melihat Sarwani dan menyuruh berbicara baik-baik kepada Yanto. Di sana mereka berbicara tentang pembayaran hutang dan meminta korban datang ke rumahnya di Jalan Riau, namun ditolak korban. Yanto lantas memukul ke arah wajah dan menembak korban di bagian dada, hingga membuatnya terjatuh ke belakang dan membentur keramik lantai.
Rekontruksi, Yanto Tembak Dada Sarwani











