PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Pemerintah secara resmi meniadakan Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan peserta didik. Terlebih, penyebaran pandemi Covid-19 yang terjadi selama hampir 2 tahun, membuat pemerintah harus menemukan formula dalam menentukan kelulusan siswa. Program Merdeka Belajar membuat pemerintah menerapkan ujian berbasis sekolah dalam menentukan kelulusan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Ahmad Syaifudi mengatakan, sekarang ini metode yang diterapkan dalam menentukan kelulusan siswa adalah dengan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK). Sebelumnya, USBK dilaksanakan untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekarang USBK kembali dilaksanakan, kali ini untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
USBK dilaksanakan serentak di Kalteng, kata Syaifudi, dengan mencakup SMK negeri dan swasta, demikian pula dengan SLB yang mencakup negeri dan swasta. Ada sebanyak 95 SMK negeri dan 44 SMK swasta, sehingga apabila ditotal terdapat 139 SMK yang ada di Kalteng yang melaksanakan USBK serentak. Sementara untuk SLB, terdapat 19 SLB negeri, dan 5 SLB swasta, sehingga total SLB yang melaksanakan USBK sebanyak 24 SLB.
“USBK untuk jenjang SMK dan SLB dilaksanakan pada 9-18 Mei 2022. Ada 139 SMK, dan 24 SLB yang secara serentak melaksanakan USBK di Kalteng. Dari seluruh sekolah tersebut, total siswa yang mengikuti USBK mencapai 11.428 untuk SMK, sementara untuk SLB sebanyak 321 peserta USBK,” kata Syaifudi, saat menyampaikan USBK Hari Ke-2 untuk tingkat SMK, Selasa (10/5/2022).
Jumlah tersebut, urai Syaifudi, terdiri atas 9.355 peserta dari SMK negeri dan 2.073 peserta yang berasal dari SMK swasta, sehingga totalnya mencapai 11.428 peserta. SLB sendiri terdiri atas 293 peserta dari negeri, dan 28 peserta yang berasal dari swasta, sehingga totalnya mencapai 321 peserta yang berasal dari SLB.
Syaifudi mengungkapkan, USBK momentum memulai kembali semangat peningkatan mutu pembelajaran, dengan melakukan evaluasi pembelajaran bagi peserta didik tingkat akhir.
Murid SD Ujian Sekolah
Sementara itu, di hari pertama masuk sekolah bagi murid Sekolah Dasar (SD) usai libur Lebaran, langsung disambut dengan pelaksanaan ujian sekolah. Ujian tersebut dilaksanakan mulai Senin (9/5) hingga Jumat (13/5) mendatang.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah hari pertama telah berjalan dengan tertib sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Hal itu dikatakannya berdasarkan dari pantauan pihaknya di 3 sekolah yang sedang melaksanakan ujian sekolah.
“Dapat kami simpulkan dari 3 sekolah yang kami pantau di hari pertama ujian ini, sudah berjalan dengan baik dan lancar. Dan khusus untuk SDN 11 Langkai yang pertama kami pantau, 5 anak berkebutuhan khusus terlayani dengan baik. Ini indikator kita untuk tidak membeda-bedakan antara anak berkebutuhan khusus dan anak yang normal,” kata Jayani saat diwawancarai setelah melakukan pemantauan, Senin (9/5).
Dirinya berharap, seluruh murid SD yang mengikuti ujian sekolah agar dapat lulus dengan hasil yang baik, meskipun pelaksanaan belajar sejauh ini masih menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
“Besar harapan kami agar nanti mereka bisa lulus dan mendapatkan ijazah serta melanjutkan ke sekolah tingkat SMP yang ada di Kota Palangka Raya ini. Dengan harapan sekolah negeri bisa terserap, tentunya sesuai dengan zonasinya masing-masing,” tukasnya.
Dibincangi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Palangka Raya Rachmad Winarso menyebutkan, setidaknya ada 119 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti ujian sekolah, dengan diikuti juga oleh 4.038 murid yang terdiri dari 2.054 murid laki-laki dan 1.984 murid perempuan.
“Pelaksanaan Ujian Sekolah Praktik untuk SD, pelaksanaannya diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing. Kemudian pelaksanaannya dijadwalkan setelah pelaksanaan Ujian Sekolah Tertulis Tahun 2022 yang dilaksanakan secara daring atau luring,” pungkasnya. ded/rgb











