Spirit Kalteng

PMK Tak Menular ke Manusia

46
×

PMK Tak Menular ke Manusia

Sebarkan artikel ini
drh. Eko Hari Yuwono

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Dokter Hewan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kalampangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya drh. Eko Hari Yuwono menyampaikan, virus yang menyebabkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak bisa menular kepada manusia, kecuali zoonosis baru bisa menular ke manusia.
“PMK bukan Zoonosis, jadi tidak bisa menular ke manusia, sehingga dagingnya tetap aman untuk dikonsumsi, dimasak dengan suhu panas 65 derajat virusnya mati. Tapi menyebabkan kerugian ekonomi di kalangan peternak dan kemungkinan harga daging sapi menjadi lebih mahal,” kata Eko, Rabu.
Eko menegaskan dagingnya tetap aman dikonsumsi oleh manusia karena PMK tidak bisa tertular ke manusia, namun perlu diketahui pada saat penyembelihannya perlu ada perlakuan khusus. Kemudian tidak boleh menjual atau mengonsumsi jeroan dan tulangan karena nanti terkontaminasi dan bisa menular ke peternak ternak berkuku belah, seperti kambing, babi, sapi, kerbau, domba, rusa bisa menular.
Sementara PMK pada hewan ternak disebabkan oleh RNA virus, menyerang di bagian organ tertentu, pada mulut dan kuku. Dengan gejala klinisnya muncul melepuh seperti herpes sariawan di daerah mulut, kemudian menyebabkan lepuh di bagian kuku, sehingga dikenal dengan istilah penyakit mulut dan kuku diikuti demam tinggi dan leleran mulut.
Penularannya itu melalui kontak langsung dari cemaran hewan sakit, kemudian melalui udara, melalui angkutan mobil bekas angkutan ternak sebelumnya yang terkontaminasi, bekas ban mobil, melalui petugas kandang yang tercemar dari sapi yang sudah tertular. Kemudian kontak langsung antar-ternak yang sakit dengan sehat.
Eko menyarankan, di daerah yang konsumsi daging sapinya masih tergantung dari daerah luar Kalteng, sebaiknya memperketat lalu lintas pengangkutan ternak sapi, kambing dan hewan berkuku belah lainnya. liu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *