Spirit Kalteng

1.043 Peserta Pecahkan Rekor MURI Mangenta

8
×

1.043 Peserta Pecahkan Rekor MURI Mangenta

Sebarkan artikel ini
1.043 Peserta Pecahkan Rekor MURI Mangenta
TABENGAN/YULIANUS MANGENTA- Peserta Mangenta antusias mengikuti kegiatan pencatatan rekor MURI Mangenta pada rangkaian kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) memperingati HUT Ke-65 Kalteng, Minggu (22/3).

*) Agustiar Inisiasi Senam Sicita
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- FBIM tahun 2022 ini juga dibarengi dengan agenda budaya yang cukup menarik yakni Mangenta. Mangenta digelar tidak semata untuk melestarikan budaya, tapi coba dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan jumlah Mangenta terbanyak. Bertepatan dengan agenda car free day (CFD), Minggu (22/5/2022), di Komplek Bundaran Besar Palangka Raya, pemerintah Kalteng menggelar pencatatan rekor MURI Mangenta terbanyak.
Setelah mengikuti Senam Sicita, masyarakat secara langsung membuka kegiatan Pemecahan Rekor MURI untuk Mangenta yang diikuti 1.043 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng.
Mangenta adalah proses memisahkan ketan dari padi, kemudian dimasak, untuk selanjutnya dapat dikonsumsi. Mangenta sendiri merupakan tradisi terun-temurun nenek moyang di Kalteng. Pencatatan rekor MURI Mangenta juga sebagai bentuk promosi budaya maupun tradisi yang ada di Kalteng.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Adiah Chandra sari mengatakan, Mangenta atau membuat kenta ini merupakan kebudayaan masyarakat Dayak. Kenta dikenal sebagai makanan dari beras ketan, makanan khas tradisional Dayak.
Kebiasaan membuat kenta terkait erat dengan aktivitas masyarakat Dayak, berbahan baku beras ketan, ketan ditanam bersamaan dengan padi, namun dengan luasan lahan yang lebih kecil, dalam satu hamparan ladang.
“Kenta merupakan khas dari Kalteng, untuk memperkenalkan kepada khalayak juga para generasi muda, agar makanan khas tersebut tetap dikenal, dan dapat menjadi makanan modern yang disukai oleh masyarakat. Pembuatan kenta seringkali dipakai pada saat panen padi sebagai hidangan kepada warga yang membantu proses panen, sebagai manifestasi gotong royong atau handep,” kata Adiah, saat menyampaikan agenda pencatatan rekor MURI Mangenta.
Pembuatan makanan kenta, lanjut Adiah, berasal dari beras ketan. Pertama beras ketan yang baru dipanen disangrai terlebih dahulu, kemudian ditumbuk menggunakan lesung, lalu butiran beras ketan ditumbuk sampai berbentuk pipih, setelah itu kenta dapat dicampur air kelapa, atau juga dicampur dengan parutan kelapa, ada juga ditambah dengan gula tergantung dari selera.

Agustiar Inisiasi Senam Sicita
Anggota DPR RI Dapil Kalteng yang juga Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng H Agustiar Sabran, bersama pihak terkait menggelar Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di depan Istana Isen Mulang atau tepatnya di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Minggu (22/5).
Kegiatan itu juga bersamaan dengan momen Car Free Day (CFD) pagi dan pelaksanaan pemecahan rekor MURI Mangenta. Antusias masyarakat Palangka Raya begitu tinggi mengikuti senam tersebut. Tampak ratusan warga dengan dress code berwarna merah ikut serta secara bersama-sama dalam senam tersebut.
Koordinator kegiatan Sigit Wido menjelaskan, saking tingginya animo masyarakat yang mengikuti senam, pihaknya terpaksa menunda pembagian door prize berupa sepeda motor.
“Hal ini dikarenakan antusias masyarakat sangat luar biasa, bahkan melebihi jumlah kupon yang dibagikan panitia,” ujarnya kepada awak media.
Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya sepakat akan membuat event serupa dengan hadiah yang sama. Pihaknya juga patut bersyukur dengan tingginya animo masyarakat dalam mengikuti senam tersebut.
Memang, ujar Sigit, acara semacam ini telah lama tidak dilaksanakan, karena sebelumnya sempat terjadi pandemi Covid-19. Ternyata begitu pihaknya melaksanakan, jumlah dan animo masyarakat di luar ekspektasi dari panitia, yang sangat membeludak.
“Maka nanti kami akan informasikan lagi kapan pelaksanaan event selanjutnya. Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan menunggu info dari kami,” ucap pria yang juga legislator PDIP dari DPRD Kota Palangka Raya tersebut. drn/ded