Ekobis

Emak – emak Menjerit, Harga Kebutuhan Pokok Meroket

22
×

Emak – emak Menjerit, Harga Kebutuhan Pokok Meroket

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI/FOTO ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Kabar yang buat para Ibu Rumah Tangga harus gigit jari kali melanda sektor kebutuhan pangan di Sampit Kabupaten Kotawaringin (Kotim).

Pasalnya sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan yang sangat signifikan di pasaran, terlebih hal ini terjadi pada saat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Berdasarkan pantauan  harga-harga kebutuhan pokok seperti daging sapi dan ayam, serta sayuran, mengalami kenaikan hingga di atas 50 persen. Kondisi ini tentunya dikeluhkan para pedagang, sebab jumlah pembeli menjadi jauh menurun.

“Pembeli tentunya ingin harga yang murah, tapi mau bagaimana lagi, semua pada naik. Ini saja kami jual dengan harga yang terendah dengan keuntungan yang sangat tipis,” kata Mansyah, salah seorang pedagang daging sapi di pasar PPM Sampit, Selasa (14/6) kemarin.

Menurut Mansyah, saat ini harga daging yang sebelumnya mereka jual Rp110 ribu hingga Rp120 ribu, sekarang naik menjadi Rp150 ribu.

Di sisi lain pedagang sayur dan ikan di pasar tradisional Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, selain daging sapi, kenaikan harga kebutuhan pokok juga terjadi pada daging ayam potong, yang sebelumnya dijual Rp35 ribu, sekarang naik menjadi Rp50 ribu.

Begitu pula dengan bawang merah yang sebelumnya Rp30 ribu/kilogram, naik menjadi Rp60 ribu/kilogram.

Demikian pula bawang putih, dari Rp25 ribu, menjadi Rp55 ribu/kilogram. Kol atau kubis, dari Rp9 ribu, kini naik menjadi Rp18 ribu/kilogram, sawi hijau dari Rp10 ribu, menjadi Rp15 ribu/ikat, dan daun bawang Rp15 ribu, kini menjadi Rp25 ribu/ikat.

Termasuk harga cabai yang seminggu lalu masih di harga Rp50 ribu/kilogram, kini meroket antara Rp110 ribu hingga Rp130 ribu/kilogram.

Menurut Supardi, salah seorang pedagang sayur di pasar PPM, kenaikan harga kebutuhan pokok yang ia jual dikarenakan pasokan barang sangat minim sekali, terutama kiriman dari pulau Jawa.

“Pasokannya memang sedikit mas. Selain itu harga dari pengepul yang dijual ke kami juga sudah tinggi. Misalnya untuk sayur kol, dulu kami bisa jual Rp9 ribu, tapi sekarang harga dasarnya saja sudah Rp16 ribu, sehingga kami terpaksa menjualnya hingga Rp18 ribu. Kan ada resiko rugi jika kol nya rusak,” ungkapnya.

Pedagang berharap, ditengah kondisi ini ada perhatian dari pemerintah daerah untuk turun melakukan penstabilan harga, apalagi sekarang lebaran Idul Adha sudah sangat dekat.c-prs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *