PEMKAB KOTIM

Putra Daerah Kotim Berkarya Gelar Talkshow Stop Bullying

14
×

Putra Daerah Kotim Berkarya Gelar Talkshow Stop Bullying

Sebarkan artikel ini
Talkshow Stop Bullying-Panitia berfoto bersama dengan para narasumber (MAYA SELVIANI)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Organisasi Putra Daerah Kotim Berkarya Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar talkshow stop perundungan atau bullying.

Kegiatan yang digelar di Raflesia Lounge Hotel Wella Sampit, Sabtu (27/8/2022) tersebut digelar dalam rangka HUT ke 77 Republik Indonesia dan dikemas dengan tema Indonesia pulih cepat, bangkit lebih kuat. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Bupati Kotim periode 2010-2020 Supian Hadi, Psikolog Pendidikan Kotim Ludia Swastika Rumengan dan Ilmuwan Psikologi Nisa Kurniati.

Ketua Panitia Talkshow, Tini Burnama mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan kepada para remaja di Kotim. Pihaknya mengaku memang menginisiasi terlebih dahulu kegiatan tersebut karena melihat informasi atau sosialisasi terkait bullying masih kurang banyak dilaksanakan.

“Disini kita ingin berbagi tentang informasi atau isu tentang bullying, tentang apa dampaknya, tentang apa saja yang termasuk dengan bullying di pergaulan remaja,” ujarnya.

Menurut Tini, kasus bullying yang terjadi di Kotim memang cenderung tidak tinggi. Namun pihaknya memprediksi kasus perundungan di Kotim tidak atau belum muncul karena tidak adanya kasus yang dilaporkan oleh para korban.

Tapi, lanjutnya, jika merujuk pada data di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) setiap tahunnya korban bullying itu meningkat.

“Harapan kami selain kami juga ingin memberikan sumbangsih ilmu terhadap Kabupaten Kotim juga tentunya kita ingin remaja kita tidak menjadi pelaku, tidak menjadi korban dalam kasus bullying ini,” tuturnya.

Sementara itu salah satu narasumber, Supian Hadi mengatakan, dampak dari bullying sangat berbahaya bagi perkembangan remaja. Dimana muncul rasa rendah diri dan tidak percaya diri yang menghambat pengembangan diri remaja, karena korban bullying yang  tidak mau berteman dengan orang lain dan cenderung lebih menutup diri dari dunia luar.

“Banyak dapat dampak negatif daripada bullying ini. Bahkan tindakan bullying ini bermacam-macam termasuk dari verbal mulai kata-kata tetapi juga ada melalui fisik, melalui pukulan, mungkin melukai dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dirinya juga berharap kegiatan seperti ini dapat didukung oleh Pemerintah Daerah. Karena dirinya menilai kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk merubah mindset para kalangan muda  yang ada di Kotim untuk bisa memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang bahaya-bahaya bullying. Supian berpendapat jika ingin Kotim lebih baik dan maju lagi, maka harus  disiapkan pemuda-pemudi dari sekarang yang berprestasi dan anti melakukan bullying. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *