
*Palangka Raya dan Mura Siaga Banjir
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari ini, mengakibatkan air Sungai Arut meluap ke permukiman warga. Saat ini banjir di Kecamatan Arut Utara makin meluas dan 2.126 jiwa terdampak. Mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menetapkan status tanggap darurat bencana banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni menjelaskan, penetapan status tanggap darurat bencana banjir akan berlangsung selama 14 hari ke depan, mengingat musibah banjir telah terjadi di sejumlah titik.
“Makin meluasnya bencana banjir di wilayah Kabupaten Kobar, sehingga kami telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yang dimulai sejak 7-20 September 2022. Status itu berlaku selama 14 hari,” kata Syahruni, Kamis (8/9).
Menurutnya, masalah banjir ini perlu penanganan cepat. Dari siaga banjir kini menjadi tanggap darurat, melihat potensi curah hujan yang tinggi di Kobar dan sejumlah wilayah telah dilanda banjir. Wilayah yang perlu diwaspadai dan rawan banjir seperti di Kecamatan Arut Utara, Kotawaringin Lama, Pangkalan Banteng dan Arut Selatan.
“Jadi, penetapan status ini juga sebagai percepatan penanganan bencana banjir, dan sebagai dasar teman-teman dari Dinas Sosial untuk dapat menyalurkan logistik kepada korban banjir,” ujar Syahruni.
Syahruni menambahkan, kondisi banjir terparah saat ini terjadi di Kecamatan Arut Utara. Jumlah rumah terdampak banjir di Kecamatan Arut Utara sebanyak 608 rumah yang dihuni oleh 636 Kepala Keluarga (KK) dan 2.126 jiwa.
Adapun rinciannya yang terdampak banjir di Kecamatan Arut Utara, Kelurahan Pangkut sebanyak 290 rumah yang dihuni 290 KK dan 1.160 jiwa, Desa Nanga Mua 20 rumah, 20 KK dan 40 jiwa. Desa Sukarami 41 rumah, 41 KK dan 145 jiwa. Desa Gandis 18 rumah, 30 KK dan 71 jiwa. Desa Kerabu 30 rumah, 30 KK dan 50 KK. Desa Penyombaan 75 rumah, 75 KK dan 186 jiwa. Desa Sambi 40 rumah, 40 KK dan 144 jiwa.
Desa Riam 24 rumah, 24 KK dan 58 jiwa. Desa Panahan 43 rumah, 54 KK dan 174 jiwa. Desa Pandau 16 rumah, 18 KK dan 58 jiwa. Terakhir Desa Sungai Dau 11 rumah, 14 KK dn 40 jiwa.
“Sementara jumlah yang terdampak di kecamatan lain masih dalam proses pendataan. Kondisi terkini banjir di Arut Utara sama dengan di Kotawaringin Lama. Sementara untuk Kecamatan Pangkalan Banteng dan Arsel masih relatif aman,” tuturnya.
Waspada Banjir
Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, saat ini sudah ada 6 kelurahan yang terpantau mengalami kenaikan debit air.
“Berdasarkan pantauan Unit Reaksi Cepat kami per Kamis pukul 1 siang kemarin, beberapa kawasan rawan banjir, khususnya yang berada di bantaran sungai, airnya sudah mulai naik,” kata Emi, Kamis (8/9).
Di Kecamatan Pahandut, khususnya di Kelurahan Pahandut dan Tumbang Rungan, debit airnya sudah mulai naik masing-masing sekitar 5 dan 15 cm. Namun, belum sampai mengganggu aktivitas masyarakat ataupun merendam rumah dan jalan lingkungan.
Demikian pula di Kecamatan Jekan Raya, kenaikan debit air tertinggi ada di Kelurahan Palangka yang mencapai 25 cm. Kemudian di Kelurahan Petuk Katimpun ada kenaikan setinggi 15 cm.
“Aktivitas masyarakat di sana berdasarkan pantauan kami masih normal, meskipun debit air sungai sudah tercatat naik,” bebernya.
Lalu Kecamatan Sabangau, di Kelurahan Bereng Bengkel ada kenaikan debit air setinggi 30 cm dan menggenangi jalan menuju permukiman warga. Kecamatan Bukit Batu, di Kelurahan Marang terpantau debit air sudah ada kenaikan sekitar 5 cm.
“Untuk itu, seluruh masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) untuk selalu waspada. Sebab karakteristik banjir di sini adalah air kiriman dari hulu sungai, maka kewaspadaan terhadap kenaikan air secara tiba-tiba harus ditingkatkan. BPBD akan selalu memonitor keadaan di wilayah tersebut,” tutup Emi.
Senada, Kepala BPBD Murung Raya (Mura) Kariadi juga mengimbau warga di DAS Barito, terutama di Mura yang tinggal di dataran rendah, agar selalu waspada dan berhati-hati. Karena banjir bisa kapan saja masuk ke permukiman.
“Sepekan terakhir ini akibat sering mengalami hujan lebat, air Sungai Barito mengalami peningkatan debit. Saya minta warga yang tinggal di bantaran Sungai Barito, terutama warga Mura yang tinggal di dataran rendah tepian Sungai Barito dan anak sungainya selalu waspada,” ujar Kariadi, Rabu (5/9). c-uli/rgb/c-sjs











