Launching – Wakil Bupati Kotim Irawati ketika melakukan penandatangan launching DRPPA( IST)
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghadiri kegiatan Deklarasi Desa
Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), bebas stunting serta peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di bukit liti Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (22/9/2022). Pemkab Kotim yang diwakili oleh Wakil Bupati Kotim Irawati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim, Suparmadi juga melakukan penandatanganan bersama terhadap launching Desa ramah perempuan dan peduli anak, yang disaksikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga.
Dikatakan Irawati, sebanyak dua desa di Kabupaten Kotawaringin Timur terpilih menjadi model Desa ramah perempuan dan peduli anak. Dimana program desa ramah perempuan dan peduli anak merupakan upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkesetaraan serta berpespektif perempuan dan anak serta bebas stunting di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kedua desa yang terpilih menjadi Desa ramah perempuan dan peduli anak tersebut, yakni Desa Tumbang Bajanei di Kecamatan Telaga Antang dan Desa Seragam Jaya di Kecamatan Seranau.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian PP dan PA, khususnya deputi partisipasi masyarakat yang telah memilih dan memberikan kesempatan kepada Kabupaten Kotim,” ujarnya.
Dilanjutkannya, program desa ramah perempuan dan peduli anak sangat berkaitan erat dengan program percepatan penurunan angka stunting salah satunya di kabupaten Kotawaringin Timur. Berdasarkan data studi status gizi indonesia tahun 2021 prevalensi stunting di Indonesia mencapu 24,4 persen, dan Prevalensi di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu 27,4 persen yang merupakan urutan tertinggi ke 14 dari 34 Provinsi di Indonesia.
“Melihat kondisi itu banyak tugas yang harus kita lakukan untuk mencapai target penurunan angka stunting di wilayah kita. Berbagai strategi perlu disiapkan mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi sejak remaja, pengawalan calon pengantin, ibu hamil, paska persalinan dan 1000 hari pertama kehidupan serta pengembangan program DRPPA,” jelasnya.
Selain itu menurutnya, kedepan tidak hanya di dua desa tersebut saja namun akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya di Kabupaten Kotim. Sehingga pada akhirnya kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak akan terwujud, sehingga perempuan dan anak akan mendapatkan keadilan dan kesetaraan dan selanjutnya akan terwujud desa yang ramah dan peduli terhadap perempuan dan anak. (C-May)











