PEMKAB KOTIM

Ada Beberapa Sasaran Program Smart City di Kotim

13
×

Ada Beberapa Sasaran Program Smart City di Kotim

Sebarkan artikel ini
SMART CITY DI KOTIM -Peserta usai mengikuti bimtek smart city. (MAYA SELVIANI)

SAMPIT/TABENGAN.CO-Ada enam sasaran program Smart City di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang disampaikan pada kegiatan Bimbingan Teknis Tahap IV Penyusunan Master Plan Kota Cerdas atau Smart City dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Kotawaringin Timur di Aula Kantor Diskominfo Kotim, Kamis (22/9/2022).

Keenam sasaran tersebut, yakni Smart Governance atau pemerintahan digital yang cerdas, Smart Infrastructure, Smart Economy, Smart Living, Smart People dan Smart Environtment.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam K Anwar mengatakan, untuk smart economy atau ekonomi cerdas akan diprioritaskan dalam tahap awal ini karena menyesuaikan situasi saat ini masyarakat sangat membutuhkan dukungan dalam percepatan pemulihan ekonomi .

“Smart City ini juga harus berkelanjutan dengan dukungan komitmen semua pihak agar semua program mencapai tujuannya dengan baik,” ujarnya.

Multazam mewakili Bupati Kotim Halikinnor, membuka Bimbingan Teknis Tahap IV Penyusunan Master Plan Kota Cerdas atau Smart City dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Kotawaringin Timur. Ini merupakan bimbingan teknis terakhir yang dilakukan empat bulan ini

Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi Informatika. Narasumber dihadirkan dari tim pendamping yang ditunjuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Wing Wahyu Winarno bersama timnya.

Wing menjelaskan, Kemenkominfo membimbing 50 daerah untuk menuju Smart City. Sasaran yang ingin dicapai adalah semakin meningkatnya pelayanan kepada masyarakat, khususnya dengan mengoptimalkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.

Tim menyebarkan berbagai dokumen dan menawarkan kepada berbagai kota mengikuti program ini untuk dievaluasi. Tahun ini Kotawaringin Timur menjadi salah satu yang terpilih untuk penyusunan master plan Smart City.

Master plan menjadi panduan dalam merancang program kerjanya, agar masyarakat bisa menyelesaikan masalah dan mempermudah berbagai urusan yang selama ini dirasakan sulit.

Program Smart City bukan semata-mata memakai komputer, tetapi program yang diupayakan agar masyarakat masing-masing daerah iniĀ  bisa menyelesaikan sendiri masalah yang muncul di tengah mereka.

Master plan Smart City dibuat untuk jangka waktu lima tahun. Tugas Wing dan timnya adalah mendampingi dalam menyusun buku panduan Smart City yang berlangsung selama empat bulan terakhir.

Wing yang merupakan akademisi Universitas Gajah Mada ini menilai, pantauan selama ini menunjukkan justru kota-kota kecil yang teknologi informasinya lebih maju. Dia mencontohkan beberapa daerah itu seperti Sragen, Jembrana dan Takalar.

Untuk pelaksanaan Smart City di Kotawaringin Timur, Wing menyebut sudah ada pemetaan masalah dan berbagai program jangka pendek tahun depan yang bisa dilaksanakan tanpa usaha yang berat atau merepotkan. Meski begitu, risikonya tetap menjadi pertimbangan dengan cara mengidentifikasi permasalahannya. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *