PEMKAB KOTIM

Dispora Kotim Renovasi Stadion Jadi Standar Nasional

24
×

Dispora Kotim Renovasi Stadion Jadi Standar Nasional

Sebarkan artikel ini

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wim RK Benung

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kotim, fokus melakukan renovasi lapangan sepak bola Stadion 29 Nopember Sampit untuk menuju standar nasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wim RK Benung mengatakan, pelaksanaan renovasi dilakukan
sejak 2 Agustus 2022 lalu dan ditargetkan selesai pada November 2022 mendatang.
“Renovasi lapangan hingga hari ini sudah banyak perkembangan, terus dikerjakan. Harapan kami November nanti sudah rampung 100 persen,” ujarnya, Minggu (25/9/2022).

Dirinya menjelaskan, renovasi ini dilakuman dalam rangka peningkatan fasilitas olahraga di Kotim. Sekaligus untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ke XII yang dipusatkan di Kotim tahun 2023 mendatang.
Dalam renovasi ini Pemkab Kotim berupaya meningkatkan standar lapangan sepak bola yang berada di Km 3,5 Jalan Tjilik Riwut dari arah Kota Sampit – Palangka Raya ini agar sesuai standar nasional. Pemkab Kotim menggelontorkan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar khusus untuk renovasi lapangan .
Ada dua hal yang akan menjadi fokus renovasi ini, yakni terkait medan atau rumput lapangan dan drainase. Sampai hari ini, tahap renovasi telah sampai di pembukaan saluran drainase, yang dilanjutkan dengan pemasangan gorong-gorong. Pihaknya juga secara khusus memesan pelapis drainase berupa karet dan persiapan untuk penyemenan drainase.
“Harapan kami di bawah pengawasan yang baik dan betul, maka lapangan sepak bola ini benar-benar bisa digunakan sesuai harapan. Terutama pada saat Porprov Kalteng 2023 nanti,” ucapnya.
Ia melanjutkan, selain drainase medan lapangan juga sudah ditimpa dengan tanah uruk untuk persiapan memasang rumput alami.
Tingkat kemiringan lapangan pun telah disiapkan sedemikian rupa oleh pihak pengawas teknis dan konsultan menggunakan peralatan khusus. Tujuannya, agar lapangan itu tidak lagi tergenang apabila diguyur hujan, tapi tingkat kemiringan juga tidak boleh mengganggu kenyamanan atlet nantinya.
“Kami terus berkoordinasi dengan konsultan, pengawas teknis, dan lain-lain agar pekerjaan ini berjalan baik sesuai keinginan dan spesifikasi yang ada,” jelas Wim.
Wim membeberkan, proyek renovasi ini tentu tak lepas dari kendala, akan tetapi sejauh ini kendala yang dihadapi masih dapat diatasi. Kendala utama ialah berhubungan dengan kondisi cuaca. Belakangan, intensitas hujan di Kotim, khususnya Kota Sampit, mengalami peningkatan, sehingga pekerjaan agak melambat.

Ia menambahkan, dengan progress pengerjaan saat ini ia optimis renovasi dapat selesai sesuai target, bahkan ia memperkirakan bisa lebih awal dari yang dijadwalkan. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *